Wajah Kekinian Dieng yang Semakin Mentereng

Jalan menuju obyek wisata Kawah Sikidang, Dieng berupa jembatan kayu yang menambah indahnya pemandangan. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews – Bagi yang belum punya agenda liburan barangkali tidak salah untuk berwisata ke destinasi Dataran Tinggi Dieng, bagi yang pernah berkunjung pun tentu tak akan bosan mengulang kembali berwisata alam ke tempat persemayaman para dewa, menurut etimologi. Pemandangan kiri kanan yang merupakan dataran lembah Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro (lereng Susi) sungguh mempesona.

Obyek wisata yang terletak di ketinggian 1.600 – 2.100 MDPL, secara administrasi di antara dua kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ini sempat tutup saat masa pandemi lalu sehingga oleh pengampu wilayah serta pengelola dimanfaatkan untuk berbenah. Juga membangun melengkapi berbagai fasilitas di beberapa obyek wisata yang ada.

Jembatan kayu nan panjang untuk menuju obyek wisata Kawah Sikidang, di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Berdasar pengamatan bernasnews, sekarang untuk masuk ke obyek wisata Kawah Sikidang tidak melalui lorong pasar sentral penjualan oleh-oleh namun kini menuju kembali atau pulang baru melintasi pasar tersebut. Jalan menuju Kawah Sikidang berupa jembatan kayu yang panjang, pintu masuk dan keluar secara terpisah. Untuk melihat kawah yang selalu berasap juga bisa dekat, dengan penataan taman dan spot foto semakin bagus.

Salah satu penjual oleh-oleh makanan khas di Pasar Dieng, dekat obwis Kawah Sikidang. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

“Bersyukur sekarang ini wisatawan dan pengunjung sudah mulai banyak. Omset penjualan juga sudah mulai naik, kalau hari biasa mencapai Rp 100.000 dan hari libur bisa mencapai Rp 300.000,” terang Dian (27 tahun), penjual oleh-oleh makanan khas Wonosobo, kepada bernasnews beberapa waktu lalu.

Dataran Tinggi Dieng kekinian semakin metereng, pasar yang sebelum pandemi terlihat kumuh kini tertata rapih dari para pedagang dengan beragam lapaknya, mulai dari souvenir berbentuk apa saja yang merupakan ciri khas daerah Dieng. Juga kuliner berupa makanan khas, tanaman hias serta tidak ketinggalan belerang yang dijual bentuk serbuk dan bongkahan padat. (nuning)