bernasnews – Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan dalam gaya hidup kekinian, telah merambah di berbagai bidang diantaranya, perbankan, pemesanan hotel, pemasangan tiket konser, transportasi dan pengiriman barang, serta dalam bidang kesehatan.
Kemudahan-kemudahan itu mudah kita temui dalam bentuk aplikasi online. Mereka bersaing melakukan upaya promosi guna memperkenalkan produk dan jasanya, baik melalui berbagai media termasuk media online, seperti media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat. Target segmen tidak harus di komplek perumahan elit namun juga di perkampungan.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sebuah aplikasi kesehatan dan konsultasi dokter umum maupun spesialis, yang melakukan promosi langsung pada warga RW 08 Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Kamis (20/10/2022).
Kegiatan bertempat di bangunan heritage Ndalam Probodikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran itu dihadiri sekitar 50 warga usia di atas 35 tahun, berupa cek kesehatan gratis dan pemerikasaan tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol. Juga pemberian voucher untuk pembelian obat dan marchandise antara lain, kaos, mug, dan thumbler.
“Promosi langsung kepada masyarakat di Kota Jogja dilakukan di sejumlah 13 titik, untuk jadwal pagi di perkantoran dan sorenya di perkampungan. Kami laksanakan sudah semingguan, hari Jumat (21/10) merupakan hari terakhir,” jelas Nila dari Halodoc kepada bernasnews, di sela-sela kegiatan.
Lanjut Nilai mengatakan, bahwa selain memperkenalkan aplikasi kesehatan, pihaknya juga memperkenalkan layanan baru dalam pemesanan/ pembelian obat di apotek melalui fitur whatsapp (WA). “Untuk layanan khusus pembelian obat kami bekerja sama dengan Gojek. Jadi semacam kita beli atau pesan makanan secara online itu namun ini beli obat,” ujar dia.
Sementara itu seorang warga RW 08 Suryoputran yang jadi peserta dalam giat tersebut, Bu Sri (60 tahu) mengungkapkan, kegiatan cek kesehatan yang terdiri 4 item benar-benar sangat membantu warga terutama yang usaia lansia. “Barangkali kalau kegiatan semacam itu bisa rutin diselenggarakan setiap 2 atau 3 bulan sekali sangat bagus. Saya tadi juga beli obat, lumayan dapat potongan Rp 10.000 dan hadiah kaos,” kata ibu berputera dua itu. (ted)












