Atlet Jogja Berhasil Sabet 9 Medali Di Kerjunas Wushu 2022

Para atlet Wushu DIY bersama official foto bersama usai berlaga dalam Kejurnas Wushu 2022. (Foto: Kiriman Eunike Martanti)

bernasnews – Sejumlah 12 atlet yang berasal dari Wushu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut bertanding dalam ajang Kejuaraan nasional (Kejurnas) Wushu memperebutkan Piala Presiden yang digelar, di Graha Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tanggal 16-23 September 2022.

Pelaksanaan pertandingan ini dilaksanakan secara offline oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI). Pertandingan kali ini menurunkan atlet-atlet junior dan senior dengan berbagai kategori  jurus yang ada.

Pelatih Vania Rosalin Irmanto  mengharapkan dengan pertandingan ini para atlet dapat tampil maksimal. Menurut dia, mereka para atlet sudah berusaha yang terbaik, tetapi masih  ada hal-hal yang perlu dievaluasi. Baik itu dari segi kemampuan, fisik, mental para atlet juga. “Persaingan antar daerah semakin ketat. Banyak atlet – atlet muda yg berprestasi. Sehingga kita selalu meningkatkan diri dengan latihan yang tekun,” ungkap Vania.

Dikatakan, untuk kemajuan Wushu DIY diharapkan lebih baik lagi dan kualitas lebih bisa meningkat. “Bukan hanya performa yg meningkat, tapi juga cara mengatasi hal – hal teknis seperti mengelola mental saat bertanding sehingga dalam menghadapi pertandingan-pertandingan  selanjutnya dapat lebih baik lagi,” Vania berharap.

Atlet Wushu Yogyakarta menyumbangkan 9 medali yang terdiri dari 2 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu. Dua medali emas dipersembahkan oleh Zefanya Adelia Sidharta, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Juan Hendy Irmanto, mahasiswa Fakultas Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Keduanya bermain di jurus Taiji Jian (Taichi pedang) puteri dan putera dengan meraih 9,63 poin.

Peraih medali emas Zefanya Adelia Sidharta, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Juan Hendy Irmanto, mahasiswa Fakultas Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. (Foto: Kiriman Eunike Martanti)

Empat medali perak diraih oleh Zefanya Adelia Sidharta Jurus Taiji Quan (Taichi Tangan Kosong), Letisia Putri Ayu Maharani Jurus Jian Shu (Pedang) dan Qiang Shu (Tombak), dan Joceline Candra Kanti Tara Jurus Nan Gun (Toya). Sedangkan 3 medali perunggu diraih oleh Joceline Candra Kanti Tara  dengan Jurus Nan Quan (Tangan Kosong) dan Nan Dao (Golok) dan Ardyanesly Lordes Ariela (Dao Shu – Golok).

“Sementara pada pertandingan Jatiom Open yang diadakan bersamaan dengan Kejurnas Wushu tersebut, atlet Yayasan Wushu Indonesia (YWI) Sinduadi, Hadiya Karima Saraswati berhasil memperoleh 1 perak dan 1 perunggu di jurus taichi tangan kosong dan pedang,” imbuh Eunike Martanti, Wakil Humas Pengda Wushu DIY, dalam rilis yang dikirim, Selasa (27/9/2022).

Mereka tidak boleh berbangga dengan hasil yang sudah dicapai saat ini, karena perjuangan untuk menjadi lebih baik dan belajar banyak hal masih harus dilalui. Peran orang tua, sekolah dan masyarakat pemerhati Wushu juga menjadi suatu energi yang akan mendukung keberhasilan ini. “Masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki dikarenakan atlet lain daerahpun punya kemampuan yang berimbang,” ungkap Kristiyan Nugroho, Manager Tim.

Tentunya ini juga berkat dukungan dari Pengurus Daerah (Pengda) Wushu DIY, KONI DIY, dan juga semangat dari para pemerhati Wushu, sekolah atau universitas dimana para atlet menimba ilmu, serta orang tua/ wali. “Diharapkan ke depannya Wushu juga makin dikenal sebagai olah raga bela diri yang unik, karena tidak hanya kekuatan fisik yang diajarkan tetapi sekaligus ada seni di dalamnya. Tangan kosong atau senjata yang digunakan melengkapi dan memperindah gerakan-gerakan yang ada,” ujar Kristiyan. (*/ ted)