News  

Duta Besar Australia Berkunjung Ke Sleman

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman diterima langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (Kanan), Senin (12/9/2022). Foto: Istimewa.

bernasnews.com — Dalam rangka monitoring dan evaluasi program hibah air minum dan sanitasi dari Pemerintah Australia, Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Senin (12/9/2022).

Rombongan Dubes didampingi oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan kunjungan ke rumah warga penerima manfaat hibah air minum, di Dusun Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang telah diberikan dan berharap melalui upaya ini masyarakat Sleman dapat semakin sejahtera. “Pada tahun 2021 akses air minum telah mencapai 100 persen, dimana 20,60 persen merupakan jaringan perpipaan sementara 79,40 persen merupakan jaringan non-perpipaan,” ungkap dia.

Lanjut Kustini menjelaskan, jaringan perpipaan perkotaan dikelola oleh PDAM Tirta Sembada, sementara jaringan perpipaan perdesaan dikelola oleh Masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan Pedesaan (SPAMDES) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Untuk sanitasi Pemkab Sleman fokus pada penyediaan akses layak dan aman air limbah domestik. Pada tahun 2021 akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman telah mencapai 98 persen. Terdiri dari, akses sanitasi layak sebesar 76,23 persen dan akses sanitasi aman sebesar 21,77 persen.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo sedang menunjukkan kain batik karya dari UMKM Sleman kepada Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams saat melakukan kunjungan, Senin (12/9/2022).

“Sementara 2 persen lainnya merupakan sanitasi belum layak. Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menyelesaikan 2 persen sanitasi belum layak menjadi layak dan aman,” terang bupati wanita pertama di Sleman itu.

Seperti telah diketahui, Pemerintah Australia telah beberapa kali menyalurkan bantuan hibah air minum dan sanitasi ke Pemerintah Kabupaten Sleman. Pertama,Program Hibah Air Minum Perkotaan dari Pemerintah Australia (AusAID) yang dilaksanakan pada tahun 2013 dan 2014 untuk membangun sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Telah mendapatkan reimburse sebesar Rp 4.000.000.000,-. Dengan Pelaksana teknis adalah PDAM Kabupaten Sleman.  

Kedua,Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) pada tahun 2021 hingga 2024 dengan dana hibah yang akan diterima setinggi-tingginya Rp 6.996.000.000,-. Dengan Pelaksana teknis adalah PDAM Sleman.

Pada tahun 2021 Pemkab Sleman sudah mendapatkan reimburse dana hibah AMBK sebesar Rp 712.500.000,- . Sisanya akan dimintakan reimburse secara bertahap.

Ketiga, Program Hibah sAIIG pada tahun 2016 sampai dengan 2020 untuk pembangunan sanitasi sebanyak 2.387 sambungan rumah air limbah sistem pengolahan terpusat dan telah mendapatkan reimburse sebesar Rp10.821.000.000,- . (nun/ ted)