bernasnews.com – Kesibukan sehari-hari sebagai kepala sekolah atau guru boleh terus menggelayuti. Pandemi Covid 19 pun belum usai. Namun komitmen, kompetensi dan konsistensi para pendidik dalam melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terus jalan. Secara terpisah, dalam bulan Februari dan Maret 2022 mereka berkarya buku di sekolah masing-masing. Maka lahirlah empat karya buku yang inspiratif.
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP N) 3 Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dra Nurhidayati, M.Pd. yang dihubungi bernasnews.com melalui whatsApp, Kamis (3/3/2022) mengatakan, pihaknya bersyukur dan bangga dapat berkarya buku bersama para guru dan karyawan sekolah. Judul buku mereka Menulis dengan Hati (ISBN 978-623-5531-14-4).
“Saya memaknai karya tulis saya di buku antologi nonfiksi dan fiksi ini dalam satu kata OPEN. Dalam Bahasa Inggris, open itu buka, artinya terbuka atau membuka hati. Sedangkan dalam Bahasa Jawa berarti memiliki sifat open atau ngopeni. Secara keseluruhan, OPEN itu singkatan dari optimis, potensi, empati dan no dendam,” kata dia yang aktif di media literasi guru ini.
Buku setebal 176 halaman ini dibagi dua bab yakni nonfiksi dan fiksi. Untuk nonfiksi ditulis 25 orang penulis, sedangkan fiksi ditulis 26 orang penulis. Mereka terdiri 20 orang guru dan dua orang karyawan. Buku ini merupakan karya perdana guru dan karyawan SMP N 3 Mlati. Kepala sekolah berharap, karya ini dapat memantik semangat berliterasi warga sekolah khususnya para siswa.
Tiga buku lain adalah Ketika Tinta Mengurai Kisah (ISBN 978-623-5531-16-8) karya Kepala Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Kricak Kidul Yogyakarta Martini, S.Pd., M.Psi, dan kawan-kawan di TK ABA dan PAUD Aisyiyah Kricak Kidul Yogyakarta. Kemudian buku Gerakan Literasi Sekolah Buku Panduan Praktek Baik Literasi Sekolah (ISBN 978-623-5531-15-1) karya Kepala Sekolah Dasar Negeri (SD N) Sariharjo, Sleman Juriyah, S.Pd. Selanjutnya, buku Bahagia Menjadi Guru TK (ISBN 978-623-5531-17-5) karya Tim Gugus PAUD IV Berbah, Sleman. Empat buku ini diterbitkan oleh Mitra Mekar Berkarya (MMB) Yogyakarta.
Membawa energi positif
Kepala TK ABA Kricak Kidul Yogyakarta Martini, S.Pd. M.Psi yang dihubungi terpisah mengatakan, karya buku bersama para guru bertajuk Ketika Tinta Mengurai Kisah ini merupakan kado Milad ke-35 TK ABA Kricak Kidul Yogyakarta, tepatnya tanggal 16 Februari 2022. Mereka bersyukur dan senang dapat memakmai momentum itu antara lain dengan karya literasi.
“Banyak sekali pengalaman berharga yang harus dijadikan momentum supaya membawa energi positif untuk terus maju bersama. Diharapkan karya ini menjadi motivasi tersendiri bagi guru dan karyawan yang lain untuk ikut berkarya dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Saya sebagai kepala sekolah sangat mengapresiasi hadirnya buku ini dan semoga hadir buku-buku karya guru yang lain,” kata pengurus Komunitas Penulis Guru (KPG) Hayam Wuruk 11 Yogyakarta ini.
Kepala SD N Sariharjo, Sleman Juriyah, S.Pd. yang juga aktif di komunitas dan media literasi di Sleman mengatakan, hasil monitoring dan evaluasi dari implementasi GLS digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program. Hal ini mencakup penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksanaan, dukungan fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen sekolah yang terkait dengan implementasi program.
“Saya bersyukur dan senang dapat menyelesaikan buku Gerakan Literasi Sekolah Buku Panduan Praktik Baik Literasi Sekolah ini. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs Ery Widaryana, M.M. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman atas bimbingan selama ini, dan para pihak lainnya,” kata dia.
Sedangkan Iswanti Latifah, S.Pd sebagai salah satu penulis buku Bahagia Menjadi Guru TK berharap agar karya bersama ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi para bunda guru di TK Berbah, Sleman atau di mana pun untuk terus berkarya literasi demi kemajuan pendidikan anak usia dini (PAUD). (mar)











