BERNASNEWS.COM – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pengurus Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dan berkolaborasi dengan KADIN DIY menggelar bussines meeting bertajuk Investasi dan Inovasi Untuk Kedaulatan Industri. Kegiatan yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo ini sebagai rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY pada 29 Januari 2022 di Yogyakarta.
Pertemuan bisnis ini untuk menghubungkan para inovator dengan para calon investor dan merupakan tindak lanjut dari pameran teknologi dan inovasi yang telah dihadirkan sebagai bentuk kolabarasi dari berbagai pihak seperti industri dan organisasi terkait.
Tampil sebagai narasumber dalam Bussines Meeting ini adalah Dr Ing. Ilham Akbar Habibie Dipl.Ing MBA selaku Wakil Ketua PII, Prof Ir Nizam MSc PhD IPU., ASEAN Eng sebagai Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Ir Tri Budi Utama MT selaku Ketua PII Wilayah DIY dan dimoderatori oleh Wakil Ketua PII Wilayah DIY, Ir Suhada MBA IPM.
Pertemuan diawali dengan paparan sambutan dari Ketua PII DIY. Beberapa hal yang disampaikan antara lain perihal peringkat inovasi Indonesia yang masih cukup rendah dan harapan bahwa melalui pertemuan bisnis serta pameran teknologi tadi, dapat menjadi wadah bertemunya inovator dan investor sehingga mampu bersinergi secara kolaboratif dan saling menguntungkan.
Diskusi tersebut diinisasi oleh Ilham Akbar Habibie sebagai Wakil Ketua PII Nasional. Ia menjelaskan bahwa poin pokok dari adanya pameran dan pertemuan bisnis ini adalah pertemuan antara tiga pihak penting dalam elemen pengembangan dan pemberdayaan yaitu akademisi, korporasi, dan pemerintah.
Ia juga menyinggung persoalan start-up yang tidak hanya terbatas pada perusahaan baru berbasis teknologi. Namun spek pentingnya adalah tentang adaptasi teknologi dan kesediaan untuk terus berinovasi. Ia jug menekankan pentingnya pembacaan yang tepat pada kesiapan pasar untuk menerima inovasi teknologi yang dihadirkan.
Berbagai tanggapan muncul mengenai topik tersebut, salah satunya dari pihak General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY M Irwansyah Putra yang menyuarakan keresahan masyarakat terkait teknologi tepat guna yang sangat diperlukan masyarakat. Dalam hal ini, PT PLN memaparkan dua persoalan hangat dalam bidang pertanian dan peternakan yaitu pembasmi hama yang aman serta pengatur suhu berbasis teknologi tepat guna yang murah dan mudah digunakan.
Selanjutnya, Ir Petrus Tedja Hapsoro juga mengemukakan bahwa kendala yang dihadapi industri saat ini adalah tentang penyediaan dan perawatan komponen lokal dalam industri manufaktur. Ini merupakan kesempatan besar yang perlu diambil industri dalam negeri untuk mengimplementasikan sinergi tiga pihak sepert yang telah disampaikan Ilham Akbar Habibie.
Senada dengan Petrus Tedja Hapsoro, Prof Ir Alva Edy Tontowi MSc PhD IPM ASEAN Eng selaku Ketua Bidang Transformasi Digital, Industri, dan UKM sekaligus akademisi di bidang teknologi menyatakan pentingnya dukungan terhadap pengembangan inovasi dalam negeri. Ia menyatakan bahwa sebenarnya Indonesia sudah memiliki kekuatan untuk membangun industri yang mandiri. Hanya saja, belum mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi dalam mewujudkannya.
Rifai Afif dari Project Finance PT Wijaya Karya juga mendukung peningkatan kepercayaan pada industri dalam negeri, salah satunya dibuktikan PT Wijaya Karya melalui MoU dengan UGM dalam pengembangan inovasi dan industri. Bukti lebih jelas tentang pentingnya sinergi terutama antara elemen akademisi dan industri adalah program MBKM dari PT Stechoq Robotika Indonesia yang mendapat predikat program terbaik. Selain itu, kerja samanya dengan UGM telah melahirkan semacam wadah pengembangan start-up yaitu Kalasan Valley.
Ketua Panitia RAPIMDA KADIN sekaligus Bendahara PII Wilayah DIY Ir Hermawan Ardiyanto MB memaparkan sekaligus menyimpulkan bahwa realisasi dan dukungan atas inovasi yang telah ada merupakan pekerjaan rumah besar bagi pihak-pihak terkait. Melalui pameran inovasi dan teknologi yang telah dihadirkan PII DIY sebagai bentuk kolaborasi dengan KADIN DIY, harapannya dapat menjadi langkah awal dari sinergi penting dalam pengembangan inovasi teknologi dalam negeri. (ted)












