BERNASNEWS.COM — SMKN 2 Yogyakarta telah menjalankan dan mengedepankan program Kemendikbud melalui Dirjen Vokasi, bahwa SMK harus link and super match dengan industri mitra, baik industri skala nasional maupun skala internasional. Demikian disampaikan Sumadi, SPd, MPd selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan industri SMK N 2 Yogyakarta.
Ketua Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Ghoni Muta’ali, SPdT mengungkapkan, bahwa 13 siswa SMKN 2 Yogyakarta yang akan magang di sebuah perusahaan produk peralatan berat fokus pada kurikulum assembling alat berat. “Siswa yang kami kirim nantinya akan melalui proses pelatihan dan sertifikasi kompetensi dan akhirnya menjadi karyawan,” kata Ghoni, di sela-sela acara pelepasan siswa yang akan magang, Minggu (30/5/2021).

Berdasarkan laporan data
dari Bursa Kerja, sekolah bagian dari salah satu program dari Pusat Pengembangan
Karir Siswa (PPKS) merupakan program unggulan SMK N 2 Yogyakarta. “Bagi siswa
yang akan lulus tahun pelajaran 2020/ 2021, data per tanggal 30 Mei 2021 sudah
terdapat data sekitar 107 siswa dalam tahap akhir seleksi berbagai perusahaan
dan siap diberangkatkan ke perusahaan,” terang Kepala Sekolah SMKN 2 YogyakartaDodot Yuliantoro, S.Pd, MT.
Sedangkan yang diterima di perguruan tinggi, jelas Dodot Yuliantoro, melalui berbagai seleksi jalur SNMPTN, KIP, Seleksi Mandiri, dan lain-lain sudah 104 siswa yang dinyatakan diterima di perguruan tinggi kenamaan. Dan yang sudah berkomitmen melanjutkan usaha mandiri dengan berwirausaha sebanyak 3 siswa.
“Data tersebut akan terus bertambah dan akan selalu di-update dengan perkembangan banyaknya lowongan kerja karena semakin membaiknya ekonomi bangsa kita di masa pandemic Covid-19. Juga hasil seleksi masuk perguruan tinggi favorit serta kemauan siswa dalam berwirausaha sambil kuliah,” tutup Dodot Yuliantoro.
Sementara 13 siswa SMKN 2 Yogyakarta yang dikirim magang adalah, Andri Eko Prasetyo, Andrean Nur Hidayat, Rohmat Kurniawan, Khasnamto Nur Hidayat, Aldian Dwi Widyanto, Fery Kurniawan, Radhea Eka Pradana, Hibban Era Kumara, Akhmad Nur Seto, Kholys Tri Kuncoro, Alim Setiadi Pratama, Andrian Ahmad Nurfa’in, dan Rachesna Murti. (nun/ ted)











