BERNASNEWS.COM — Padukuhan Jatisawit, Kelurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Merupakan salah satu padukuhan yang warganya selalu tanggap dan sigap dalam menghadapi dan menangani berbagai hal, diantaranya adalah penanganan persoalan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi hingga kini.
Guna menangkal dan mencegah wabah Covid -19 tersebut, warga Padukuhan Jatisawit dengan didukung berbagai elemen masyarakat saling bahu membahu membuka berbagai terobosan dalam menyikapi terjadinya pandemi itu. Memberikan informasi yang benar secara cepat dan tepat melalui saluran media yang ada pada seluruh masyarakat, terkait protokol kesehatan, seperti selalu pakai masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir.

“Nila- nilai budaya di Jatisawit terus dijaga dan dilestarikan, maka dalam penanganan Covid-19 ini justru dijadikan sarana untuk melestarikan budaya leluhur. Menghidupkan kembali budaya cuci tangan seperti di masa lampau dengan menyediakan gentong di depan rumah untuk cuci tangan sebelum masuk ke rumah,” ungkap Kepala Dusun Jatisawit Sariyo, beberapa waktu lalu.
Menurut Sariyo, hal inilah yang mendasari diadakannnya
progam gentongisasi, disamping sebagai pelestarian budaya juga sebagai wujud dan tindaan nyata dalam mengurangi wabah Covid-19 yang melanda saat ini. Dengan
mengacu Peraturan Gubernur DIY nomor 77, tahun 2020, tentang penerapan displin
dan penegakan hukum protokoler kesehatan
sebagai upaya pencegahan dan
pengendalian Covid-19.
“Selalu pakai masker degan baik dan benar, selalu menjag ajarak atau hindari kerumunan dan mencuci tangan dengan air dan sabun di air mengalir. Juga kepada seluruh tokoh masyarakat dan semua lembaga masyarakat dari berbagai elemen untuk mengadakan gerakan gentongisasi ini secara serempak,” tegas Sariyo.
Dikatakan, sebagai langkah awal pelestarian budaya dan program gentongisasi, maka dibuatlah Tugu Perigatan Covid-19 berhiaskan gentong yang diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. “Saat ini gentong yang sudah terpasang di depan rumah warga sebanyak 215 buah, hasil dari swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah,” ujar Sariyo.
Selain program Gentongisasi, lanjut Sariyo, masyarakat Dusun Jatisawit dalam menghadapi masa pandemi ini juga melaksanakan progam ketahanan pangan, dengan menanam sayur – sayuran di lingkungan rumah masing – masing dan beternak seperti ikan lele atau ayam.
Sementara Panewu (Camat) Gamping Iksan Waluyo, S Sos, memberikan apresiasi dan salut, serta ikut bangga pada masyarakat Jatisawit yang selalu berkordinasidan, bersinergi guna memutus rantai Covid-19 dengan konsisten melaksanakan protokoler kesehatan. “Salah satu ujud nyatanya adalah dengan program Getongisasi, selain untuk cuci tangan juga melestarikan budaya tinggalan nenek moyang,” kata Iksan.
Menurut Iksan, di masa pandemi ini warga masyarakat Jatisawit justru solidaritas, sinergi, kekompakan dan silahturahmi sangat tinggi untuk bersama-sama mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19. “Semoga warga Jatisawit khususnya dan masyarakat pada umumnya sehat semua, terbebas dari segala penyakit. Dalam rangka Lomba Gentongisasi Tingkat DIY, Jatisawit ditunjuk sebagai wakil Kabupaten Sleman semoga mendapatkan juara,” tutup Iksan. (nun/ ted)











