BERNASNEWS.COM – Banyak pilihan untuk berwisata atau rekreasi di Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi NTT. Salah satu obyek wisata yang indah dan menarik adalah puncak Gunung Ranaka di sebelah Timur Tenggara Kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai.

Namun, untuk mencapai ke puncak gunung api yang terakhir meletus tahun 1987 itu butuh perjuangan dan nyali tinggi. Selain jalannya menanjak tajam, di sisi kiri kanan jalan juga ada jurang yang dalam.
“Hanya orang dengan fisik yang tangguh dengan nyali tinggi yang bisa sampai ke puncak. Dan saya termasuk salah satu wanita tangguh karena bisa sampai ke puncak Gunung Ranaka,” kata Elvira Elo Amd.Keb, yang pada 7 Juli 2020 mendaki ke puncak Gunung Ranaka, kepada Bernasnews.com, Rabu (5/8/2020).

Elvira Elo yang sehari-hari berprofesi sebagai Bidan ini, mengatakan, jarak mulai dari start di
Kantor TWA di Ntango, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai hingga puncak Gunung Ranaka mencapai sekitar 9 kilometer. Kalau ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 5 jam, sementara bila menggunakan sepeda motor hanya ditempuh sekitar 30 menit.

“Tapi sepeda motor tidak bisa sampai ke puncak. Selain jalannya sempit berkerikil, juga tanjakannya tinggi dan di sisi kiri kanan jurang yang dalam. Sangat berbahaya kalau menggunakan sepeda motor,” kata Elvira Elo yang mengaku puas bisa sampai ke puncak Gunung Ranaka.

Menurut Elvira Elo, bila menggunakan sepeda motor hanya bisa sampai di kilometer 8 karena setelah itu ada tanjakan dan krikil yang tajam. “Motor trail saja tidak bisa naik. Mungkin bisa menggunakan oto (mobil) tapi jalannya sempit,” kata Elvira Elo.

Perjuangan yang panjang dengan resiko terperosok itu terpuaskan atau terobati setelah sampai ke puncak. Sebab, wisatawan/pendaki akan disuguhi pemandangan yang indah dan menarik dengan udara yang dingin di puncak gunung, bahkan di sepanjang jalan. Dan untuk sampai ke lahar masih berjarak sekitar 3-4 kilometer. “Bagi pendaki ini sebuah tantangan yang menakjubkan dan pasti merasa puas setelah pulang dari sana,” kata Elvi.

Ketika sampai di puncak Gunung Ranaka, wisatawan/pendaki disuguhi panorama alam yang indah, menawan dan eksotik. Bisa melihat hampir seluruh Kota Ruteng dan wilayah Kabupaten Manggarai yang indah sejauh mata memandang.

Elvi merekomendasikan bahwa kalau mau ke puncak Gunung Ranak sebaiknya start dari Kantor TWA di Ntango sekitar pukul 03.00 atau pukul 04.00 pagi agar bisa melihat matahari terbit (sunrise) di lahar Gunung Ranaka.

Menurut Elvira Elo, yang datang ke puncak Gunung Ranaka hanya sedikit orang, karena kondisi jalan yang tak terawat, sempit, menanjak, tebing dan jurang tanpa pegangan di kiri kanan. Belum lagi ada binatang liar, meski saat itu tidak sempat ketemu/terlihat.

Bagi mereka yang suka mendaki, menurut Elvi, bila hendak ke sana harus membawa bekal makanan dan air mineral karena perjalanan jauh dan lama. “Harus bawa bekal dan air mineral kalau ke sana karena perjalanan jauh,” kata Elvi. (lip)











