Home News 10 Perupa Semarakkan Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika pada 27-28 September 2021

10 Perupa Semarakkan Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika pada 27-28 September 2021

96
0
Flyer vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika yang digelar Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Senin 27 September 2021 pukul 09.00 WIB. Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika ini bakal berlangsung meriah bakal dimeriahkan oleh 10 perupa terkemuka Yogyakarta dengan live painting on the spot. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia akan menggelar vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Senin 27 September 2021 pukul 09.00 WIB. Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika ini bakal berlangsung meriah bakal dimeriahkan oleh 10 perupa terkemuka Yogyakarta dengan live painting on the spot.

Menurut rencan, Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas beserta kelima putri dalem yakni GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu dan GKR Bendara akan menorehkan cat di kanvas untuk selanjutnya diteruskan oleh para perupa.

Menurut Hums GKR Indonesia Widihasto Wasana Putra dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Jumat, 24 September 2021, para perupa terkemuka Yogyakarta yang telah bersedia ikut adalah Nasirun, Putu Sutawijaya, Budi Ubrux, Bambang Herras, Dewa Mustika, Astuti Kusumo, Bayu Wardhana, Made Toris Mahendra, Hari Budiono dan Sidik Marto Wijoyo.

Sementara kurator acara live painting on the spot Kuss Indarto mengatakan pandemi Covid-19 merupakan keniscayaan yang harus dihadapi dan tidak semestinya menghentikan kreativitas dan produktifitas seniman, khususnya kalangan perupa. Perlu daya lenting tinggi agar kesinambungan kehidupan tetap berjalan.

“Yogyakarta yang selama ini menyandang predikat sebagai ibu kota seni rupa Indonesia kiranya mendapat tantangan tersendiri untuk tetap eksis di tengah berbagai kesulitan sebagai akibat dari dampak pandemi,” kata Kuss Indarto dikutip Widihasto dalam rilis tersebut.

Keterlibatan kalangan perupa Yogyakrt dalam momentum vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika,menurut  Kuss, sedikitnya termuati oleh tiga hal substantif. Pertama adalah bentuk tanggungjawab kolektif lintas kalangan untuk ikut segera mewujudkan tercapainya target herd immunity. Kedua partisipasi kalangan perupa turut memperkuat spirit kebangsaan yang berbasis pada keberagaman sebagaimana tema Bhinneka Tunggal Ika yang dilekatkan pada gerakan vaksinasi massal. Kepeloporan Yogyakarta sebagai basis kota perjuangan dan nasionalisme parlu terus diwujud nyatakan dalam berbagai gerakan budaya.

Ketiga, upaya terobosan membuka ruang kreatifitas dan produktifitas yang diharapkan jika karya seniman ini nanti direspon baik oleh masyarakat ibarat suplay oksigen bagi kalangan perupa. Sebagian tentunya tetap akan diwujudkan dalam wujud aksi sosial bagi masyarakat terdampak pandemi covid19, imbuhnya.

Menurut Kuss Indarto, karya 10 perupa ini akan dilelang secara terbuka pada 7 Oktober 2021 di Bale Raos Kraton Yogyakarta. Acara lelang lukisan sekaligus memperingati momentum hijrahnya pendiri Kasultanan Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono l dari Pesanggrahan Ambarketawang ke Kraton Yogyakarta pada 7 Oktober 1756.

Perupa Putu Sutawijaya merasa terhormat mendapat undangan di acara ini. Putu ingin memberi kesaksian lewat karyanya bahwa para seniman harus tetap kuat, tangguh dan optimis menghadapi masa depan meski tengah dilanda situasi pandemi yang memprihatinkan.

Acara live painting on the spot ini baginya juga merupakan sosialisasi dalam bentuk yang berbeda dengan kelompok-kelompok sosial masyarakat yang beragam di Yogyakarta, bahkan Indonesia. Perupa asal Bali yang juga pemilik Sangkring Art Space ini mengaku sudah divaksin dua kali. Dia ingin memberi semangat pada komunitas seni dan masyarakat luas bahwa kesehatan itu penting untuk diperhatikan. Dan dunia kesenian harus tetap bergerak untuk membangun peradaban.

Pembina GKR Indonesia Gusti Kanjeng Ratu Hemas menyambut baik keterlibatan perupa turut menyemarakkan vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika. Kolaborasi perupa dalam momentum percepatan vaksin merupakan bentuk keistimewaan masyarakat DIY yang kental dengan jiwa kegotong royongan.

Upaya menghadapi tantangan hidup dengan semangat kebersamaan ini kiranya dapat diikuti komponen masyarakat lain dalam berbagai bentuk gerakan sosial yang beraneka rupa secara berkesinambungan. GKR Hemas optimis jika seluruh komponen masyarakat bersatu padu kesulitan apapun dapat teratasi.

Vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika dosis kedua sinovac sendiri berlangsung dua hari yakni 27 dan 28 September 2021 bertempat di Sasono Hinggil Kraton Yogyakarta. Total diikuti 2.000 orang pelajar mahasiswa luar DIY yang tengah studi di Yogyakarta. Saat vaksin mereka mengenakan busana adat daerah masing-masing.

Panitia penyelenggara vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika Widihasto Wasana Putra mengingatkan masyarakat yang ikut vaksinasi dosis pertama pada 30 dan 31 Agustus 2021 silam hadir kembali di Sasono Hinggil pada tanggal 27 dan 28 September 2021 mendatang dengan membawa identitas diri dan kartun imunisasi. Pihaknya juga mengundang insan pers hadir meliput kegiatan menarik ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here