bernasnews — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengajukan tiga proyek infrastruktur strategis melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang didanai pemerintah pusat.
Usulan tersebut difokuskan untuk memperkuat konektivitas wilayah utara Kulon Progo sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan dengan kawasan selatan.
Program yang diajukan pada 2026 itu mencakup peningkatan ruas jalan dan pembangunan jembatan yang dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, akses ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemkab Kulon Progo, usulan tersebut mendapat dukungan dari Badan Otorita Borobudur (BOB) karena berkaitan dengan konektivitas kawasan penyangga destinasi wisata nasional.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan pembangunan infrastruktur di wilayah utara menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui Program Inpres Jalan Daerah menjadi peluang untuk mempercepat pemerataan pembangunan yang selama ini masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fiskal.
“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen mendorong pembangunan yang lebih merata. Melalui usulan Program Inpres Jalan Daerah ini, kami ingin membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah utara sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan,” kata Agung Setyawan dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 31 Juli 2026.
Agung menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang selama ini belum berkembang secepat wilayah selatan.
“Pembangunan jalan dan jembatan ini diharapkan mampu mengurangi disparitas pembangunan utara dan selatan, memperkuat akses menuju kawasan wisata, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Tiga Infrastruktur yang Diusulkan
Pemkab Kulon Progo mengusulkan tiga paket pekerjaan dalam Program IJD, yakni:
| Proyek | Panjang | Nilai Usulan |
|---|---|---|
| Jalan Cerme – Demangan | 3 kilometer | Rp24 miliar |
| Jalan Plono – Kebun Teh Lanjutan | 4 kilometer | Rp54 miliar |
| Pembangunan Jembatan BOB | 54 meter | Belum dirinci |
Ruas Jalan Cerme-Demangan menjadi salah satu jalur yang diproyeksikan meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan utara Kulon Progo.
Sementara Jalan Plono-Kebun Teh Lanjutan diharapkan dapat memperkuat akses menuju kawasan wisata pegunungan dan perkebunan yang selama ini menjadi salah satu daya tarik daerah tersebut.
Adapun pembangunan Jembatan BOB dirancang untuk memperlancar hubungan antarkawasan yang selama ini masih terkendala akses penyeberangan.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Pemkab menilai manfaat proyek tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan sehari-hari. Infrastruktur yang lebih baik juga diproyeksikan memperkuat akses menuju kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur.
Kawasan utara Kulon Progo selama beberapa tahun terakhir mulai berkembang sebagai destinasi wisata berbasis alam, mulai dari perbukitan Menoreh hingga jalur wisata pedesaan yang terhubung dengan wilayah Magelang dan Purworejo.
Perbaikan akses jalan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memudahkan distribusi hasil pertanian dan produk usaha mikro masyarakat setempat.
Dampak yang Diharapkan
Melalui Program Inpres Jalan Daerah, sejumlah manfaat yang ditargetkan antara lain:
- Meningkatkan konektivitas antarwilayah.
- Mengurangi ketimpangan pembangunan utara dan selatan.
- Memperkuat akses menuju kawasan wisata.
- Mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
- Memperlancar distribusi barang dan jasa.
Usulan tersebut masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat terkait penetapan dan alokasi pendanaan.
Jika disetujui, proyek-proyek tersebut akan menjadi salah satu langkah percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kulon Progo yang selama ini menjadi fokus pemerataan pembangunan daerah.












