bernasnews — Dalam upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang pemasaran yang selaras dengan standar nasional, sebanyak 9 personel PT SUCOFINDO yang berasal dari Cabang Tarakan, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Cirebon mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi BNSP Skema Tenaga Pemasar Operasional Penjualan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesian Certification Center (ICC), bertempat di Hotel Grand Malioboro Yogyakarta, pada 21–23 Juli 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PT SUCOFINDO dalam meningkatkan kualitas kompetensi tenaga pemasar agar mampu menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan pasar, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui pendekatan pemasaran yang profesional dan terukur.
Pelatihan dilaksanakan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 389 Tahun 2013 tentang Pemasaran, yang menjadi acuan resmi dalam pengembangan kompetensi tenaga pemasar operasional penjualan di Indonesia.
Melalui pendekatan berbasis kompetensi, peserta tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas pemasaran di lapangan.
Selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh pembekalan materi yang mencakup berbagai unit kompetensi utama, antara lain mengidentifikasi elemen pemasaran perusahaan, melaksanakan komunikasi efektif, penulisan bisnis (business writing), melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial, melaksanakan keterampilan penjualan, hingga menyusun rencana aktivitas penjualan.
Seluruh materi dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan fungsi pemasaran secara profesional sesuai kebutuhan industri saat ini.
Kegiatan pembelajaran dipandu oleh Afgiansyah, S.Sos., M.Comn., seorang dosen, trainer, sekaligus Digital Media Strategist yang telah berpengalaman dalam pengembangan kompetensi pemasaran dan komunikasi bisnis.
Dalam sesi pelatihan, Afgiansyah menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah perilaku pelanggan dan cara perusahaan membangun hubungan dengan pasar.
“Tenaga pemasar saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan menjual. Mereka harus mampu membangun komunikasi yang efektif, memahami kebutuhan pelanggan, menyusun strategi penjualan yang terukur,” beber Afgiansyah.
“Serta memanfaatkan perkembangan media digital sebagai bagian dari proses pemasaran modern. Kompetensi menjadi pembeda utama antara tenaga pemasar biasa dengan tenaga pemasar profesional.”tandasnya.
Setelah menyelesaikan pembelajaran berbasis kompetensi, seluruh peserta mengikuti proses uji kompetensi (assessment) yang dilaksanakan oleh asesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Bisnis Pemasaran.
Proses asesmen dilakukan secara komprehensif melalui tahapan pra-asesmen, verifikasi portofolio, asesmen kompetensi, praktik atau simulasi apabila diperlukan, uji tulis, serta wawancara sesuai skema sertifikasi BNSP.
Penyelenggaraan program ini mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran dunia industri bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar dokumen formal, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan profesional yang dimiliki setiap individu.
Sertifikat Kompetensi BNSP menjadi bukti bahwa seorang tenaga kerja telah memenuhi standar kompetensi nasional yang diakui secara resmi, sekaligus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing organisasi dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Melalui penyelenggaraan program ini, Indonesian Certification Center (ICC) kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga penyelenggara pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan mengedepankan standar nasional, pendekatan pembelajaran aplikatif, serta kolaborasi bersama Lembaga Sertifikasi Profesi yang terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), ICC terus berupaya menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Tentang Indonesian Certification Center (ICC)
Indonesian Certification Center (ICC) merupakan lembaga penyelenggara pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia.
ICC bekerja sama dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi BNSP untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi di berbagai sektor industri, pemerintahan, pendidikan, energi, pertambangan, manufaktur, hingga jasa profesional. Informasi lengkap ICC dapat diakses melalui website kami di www.indonesiancertification.com. (*/nun)












