bernasnews — Pameran Bursa Kerja (Job Fair) Kota Yogyakarta 2026 berlangsung di Gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Yogyakarta pada 15–16 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta ini juga menghadirkan layanan konsultasi karier.
Juga membuka kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Acara yang diberi tajuk “Dari Kaum Rebahan Menuju Kaum Gajian” ini tersedia 3.000 lowongan pekerjaan dari 29 perusahaan. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 10 perusahaan yang dinilai telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Perusahaan penerima apresiasi tersebut yakni, Rumah Sakit Happy Land, Rumah Sakit Panti Rapih, Mana Kampus, PT Mindo Solution, PT Budi Makmur Jaya Murni, Pamela Supermarket, Hotel Cordela Kartika Dewi Malioboro Yogyakarta, The Alana Hotel Malioboro Yogyakarta, PT Gardena Graha, dan Concentrix Services Indonesia Yogyakarta.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho. saat pembukaan acara Job Fair di Gedung LPP Yogyakarta, pada Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan dunia kerja yang inklusif dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Penyandang disabilitas memiliki kemampuan, keterampilan, semangat, dan potensi yang sama untuk berkontribusi. Kota Yogyakarta terus menuju kota yang inklusif, sehingga kesempatan kerja harus diberikan berdasarkan kompetensi,” kata Agus, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia menambahkan, bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan, karakter, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta etos kerja yang kuat.
“Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan, karakter, kemampuan berorganisasi, berkomunikasi, dan yang paling penting adalah kemauan keras. Kesempatan bisa datang, tetapi kalau tidak memiliki semangat dan daya juang, sering kali seseorang berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Agus juga berbagi pengalaman pribadinya saat memulai karier dari pekerjaan-pekerjaan sederhana. Dikatakan, setiap pekerjaan memiliki nilai dan menjadi bagian penting dalam proses belajar membangun profesionalisme.
“Tidak ada pekerjaan yang kecil. Semua adalah bagian dari sebuah tim kerja. Jangan berharap langsung sukses ketika pertama kali bekerja. Nikmati prosesnya karena dari sanalah pengalaman dan etos kerja terbentuk,” katanya.
Ia pun mengajak para pencari kerja memanfaatkan Job Fair secara optimal dengan mempersiapkan dokumen lamaran, portofolio, hingga kemampuan berkomunikasi saat bertemu perekrut.
“Kenali perusahaan yang hadir, pelajari kualifikasi yang dibutuhkan, siapkan CV, portofolio, dan yakinkan HRD bahwa Anda memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Jangan mudah berkecil hati ketika persaingan tinggi. Tetap optimistis dan terus mencoba,” pesannya.
Selain menghadirkan ribuan lowongan kerja, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyediakan layanan konsultasi karier yang dapat dimanfaatkan pencari kerja untuk menyusun CV, mengenali potensi diri, hingga berlatih menghadapi wawancara kerja.
“Layanan tersebut diharapkan dapat membantu para pencari kerja, khususnya lulusan baru, agar lebih siap memasuki dunia kerja,” pungkas Agus Arif Nugroho. (*/ ted)












