News  

Perayaan HUT ke-92 Gereja HKTY Pugeran Dimeriahkan dengan Gelaran Budaya: Bregada Satria Puger, Musik Angklung dan Aneka Tarian

Bregada Satria Puger foto bersama usai melakukan gladi resik untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-92 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Paroki Pugeran, Yogyakarta. (Foto: Kiriman Antonius Tri Wahyono)

bernasnews – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-92 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Paroki Pugeran, Yogyakarta, Bregada Satria Puger kembali tampil ikut menyemarakan acara tersebut. Peringatan ulang tahun gereja tepatnya pada tanggal 8 Juli sesuai tanggal pemberkatan gedung gereja yang berawal pada tanggal 8 Juli 1934 dalam suatu misa konselebrasi.

Tahun ini, perayaan ulang tahun dilaksanakan dalam misa syukur pada hari Minggu, 12 Juli 2026 pukul 17.00 WIB, namun sebelum perayaan misa lebih dahulu diawali dengan paraliturgi berupa prosesi awal bertempat di Mandala Tyas Dalem, yaitu pelataran depan gereja.

“Bregada Satria Puger berperan menjadi cucuk lampah mengawal perarakan petugas liturgi. Pada saat setelah misa selesai, Bregada Satria Puger melaksanakan penjemputan dan perarakan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur umat setempat dalam suatu formasi Tombak Pora,” kata Antonius Tri Wahyono, Pimpinan Musikan Beregada Satria Puger, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Antonius, dalam kesempatan ini,  juga akan dibagikan kepada umat berupa Nasi Berkat dan Air Perwitasari sebagai bentuk ‘Ngalap Berkah’. Acara dilanjutkan dengan Pesta Umat dengan menampilkan beberapa pentas seni yang menampilkan potensi umat berupa Tari Bedayan Karahayon Jati, Tari Kenes Gandhes, Tari Kasetyan, musik angklung dan suguhan lain dari kaum muda.

“Sementara terkait Bregada Satria Puger, komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang status dan profesi : ada seniman, pensiunan, guru, abdi dalem, wiraswasta, mahasiswa, tokoh masyarakat, juga aktivis gereja,” ungkapnya.

Lanjut Antonius menjelaskan, Bregada Satria Puger adalah sebuah komunitas prajurit rakyat dalam lingkup Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, yang bernaung di bawah Bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki. Penamaan Bregada Satria Puger bukan tanpa makna, tetapi memiliki arti dan tujuan yang melatarbelakanginya.

Bregada Satria Puger foto bersama romo saat menjadi cucuk lampah Kirab Pekan Suci Misa Minggu Palma 2025. (Foto: Kiriman Antonius Tri Wahyono)

Bregada merujuk pada satuan prajurit dari unsur musik, bendera dan panji-panji, serta pasukan tombak dan senapan, dengan Panji Parentah : Alex Listyanto, Panji Aba : FX. Riyanto dan Musikan dipimpin oleh : Antonius Tri Wahyono.

Satria bermakna pemuda yang memiliki jiwa ksatria, berani membela kebenaran, jujur dan bertanggungjawab. Sementara Puger merupakan akronim Paguyuban Umat Katolik Gereja Pugeran, yang ingin memelihara budaya dan seni keprajuritan, bertujuan untuk mengawal acara prosesi yang berhubungan dengan perayaan Gereja Pugeran.

Penamaan Puger juga merujuk pada satuan prajurit ini berasal, yaitu Pugeran. Penamaan wilayah atau topomini ini diambil dari gelar salah satu pangeran keraton yang tinggal di kawasan tersebut, yakni KGPH Puger, putra Sri Sultan Hamengku Buwono VI.

“Kawasan permukiman bangsawan, serta abdi dalem Keraton Yogyakarta di luar benteng Baluwarti, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Ndalem Pugeran. Area sekitarnya hingga kini dikenal sebagai Kampung Pugeran, Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta,” pungkas Antonius Tri Wahyono. (ted)