News  

Peringati HANI 2026: BNN Kota Yogyakarta Gandeng Mitra Lintas Sektor, Gelar Baksos Kesehatan Gratis dan Edukasi P4GN

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyempatkan hadir dalam peringatan HANI 2026 dan ikut cek kesehatan gratis. (Foto: Dok. BNN Kota Yogyakarta)

bernasnews — Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang disambut antusias oleh warga.

Kegiatan ini menggandeng GBI BPD DIY sebagai mitra utama serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung meriah bertempat di Kantor BNN Kota Yogyakarta, Keparakan Kidul, Mergangsan, Yogyakarta, Sabtu 27 Juni 2026.

“Berbeda dari kegiatan sosial pada umumnya, baksos kali ini dirancang secara menyeluruh dengan memadukan tiga pilar utama: pelayanan kesehatan, edukasi anti-narkoba, dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat,” kata Erma, Staf BNN Kota Yogyakarta, dalam rilsinya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, pendekatan terpadu ini merupakan cerminan nyata dari semangat HANI 2026, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi profesi kesehatan, dan elemen masyarakat dalam membangun benteng pencegahan penyalahgunaan narkotika secara promotif dan preventif.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BPD GBI DIY, Pdt. Simon Supriyana, M.Th., yang sebelumnya diawali dengan Apel Pagi Panitia Baksos. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen GBI untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui program kemanusiaan yang berlandaskan kemitraan yang erat dan strategis.

Jajaran tamu undangan foto bersama. (Foto: Dok. BNN Kota Yogyakarta)

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, SE, MM, turut hadir secara langsung untuk meresmikan kegiatan sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi lintas sektor yang luar biasa ini.

“Memadukan aspek kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu kegiatan adalah langkah cerdas dan efektif untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” ujar Wawan, dalam arahan yang disampaikan kepada seluruh peserta.

Sementara itu Kepala BNN Kota Yogyakarta, Kombes Pol. Sudaryaka, SIK, turut menekankan, bahwa momentum HANI 2026 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggelorakan semangat perlawanan terhadap narkoba melalui gaya hidup sehat.

“Baksos ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah aksi nyata BNN dalam membangun kesadaran kolektif demi terwujudnya Kota Yogyakarta yang Bersinar — bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tegasnya.

Warga yang memadati lokasi dapat menikmati beragam layanan yang terbagi dalam beberapa klaster, yakni:

  1. Layanan Kesehatan Komprehensif: Pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, pemeriksaan gigi, serta konsultasi medis langsung dengan tenaga ahli.
  2. Edukasi dan Konsultasi: Edukasi mendalam mengenai bahaya narkotika, edukasi donor mata, edukasi anak melalui panggung boneka, dan layanan konsultasi hukum bagi masyarakat.
  3. Donor darah: Donor darah dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
  4. Fasilitas Pendukung: Dapur air nutrisi yang dikelola oleh Tagana Rajawali, stand bazar, potong rambut, pendampingan UMKM lokal.

Aspek ketahanan ekonomi turut menjadi perhatian serius dalam baksos ini. Ketua DPC Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Yogyakarta, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, hadir memberikan pembekalan kepada peserta mencakup materi ketahanan pangan, pengelolaan keuangan rumah tangga, serta strategi pengembangan UMKM sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.

Keberhasilan penyelenggaraan baksos ini merupakan buah dari kolaborasi solid berbagai mitra strategis, di antaranya TAGANA RAJAWALI, STAK Teruna Bhakti, Universitas Gadjah Mada (UGM), PERDAMI Yogyakarta, PATELKI, PHARM 24, PMI Kota Yogyakarta, dan JPAB (Jaringan Peduli Anak Bangsa).

“Bersama seluruh elemen yang terlibat, BNN Kota Yogyakarta meneguhkan tekad untuk terus hadir dan berjuang demi lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkoba,” ujar Erma. (*/ ted)