News  

Geger di Kulon Progo! Pria 63 Tahun Luka Parah Disabet Sabit saat Panen Kelapa, Telinga Nyaris Putus

Petugas kepolisian mengamankan pelaku pembacokan petani kelapa di Panjatan, Kulon Progo. (Ist)

bernasnews — Seorang petani kelapa berusia 63 tahun menjadi korban pembacokan saat memanen buah kelapa di kawasan bulak sawah Pedukuhan I Gotakan, Kalurahan Gotakan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Kamis, 25 Juni 2026 pagi.

Korban berinisial S mengalami luka serius di bagian kepala belakang setelah diserang menggunakan sabit oleh seorang pria berinisial G (50). Akibat serangan tersebut, daun telinga korban dilaporkan hampir putus.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.25 WIB itu sontak menggegerkan warga sekitar. Kawasan persawahan yang biasanya dipenuhi aktivitas petani mendadak ramai setelah kabar pembacokan menyebar.

Serangan Terjadi saat Korban Memanen Kelapa

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, korban pagi itu sedang memetik buah kelapa di lahan miliknya.

Aktivitas tersebut berlangsung normal seperti hari-hari sebelumnya. Beberapa petani lain juga terlihat beraktivitas di area persawahan sekitar lokasi kejadian.

Namun situasi berubah ketika seorang pria berinisial G datang ke lokasi dengan membawa karung plastik berwarna putih dan sebilah sabit.

Menurut hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui pernah beberapa kali memetik buah kelapa di lokasi yang sama. Saat tiba di area kebun, pelaku mendekati korban dan sempat mengajaknya berbicara.

Akan tetapi, korban mengaku tidak memahami secara jelas apa yang disampaikan pelaku. Tak lama kemudian suasana berubah tegang.

Pelaku Tiba-Tiba Marah dan Mengayunkan Sabit

Polisi menyebut pelaku mendadak menunjukkan sikap agresif tanpa alasan yang jelas. Dalam hitungan detik, sabit yang dibawanya langsung diayunkan ke arah korban.

Tebasan tersebut mengenai bagian belakang kepala sebelah kiri. Korban yang tidak sempat menghindar langsung mengalami luka cukup parah.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengatakan luka yang dialami korban cukup serius.

“Luka robek berada di kepala bagian belakang memanjang hingga ke arah belakang telinga dengan panjang kurang lebih 15 sentimeter. Selain itu, daun telinga korban hampir putus akibat sabetan senjata tajam,” ujar Sarjoko.

Serangan itu hanya berlangsung singkat. Namun dampaknya cukup berat bagi korban yang harus mendapatkan penanganan medis akibat luka robek yang cukup panjang.

Diduga Berkaitan dengan Kondisi Kejiwaan Pelaku

Dari keterangan awal yang diperoleh petugas, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dugaan tersebut muncul setelah polisi mendalami perilaku pelaku sebelum kejadian.

Saat berbicara dengan korban, pelaku menyampaikan sejumlah kalimat yang tidak dapat dipahami dengan jelas.

Tak lama kemudian, emosi pelaku tiba-tiba berubah dan langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Meski demikian, polisi masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan motif maupun kondisi pelaku secara menyeluruh.

Hingga Kamis siang, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Warga Beri Pertolongan dan Hubungi Polisi

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan kepada korban. Beberapa warga sempat berusaha menenangkan situasi sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Di kawasan pedukuhan yang relatif tenang tersebut, insiden kekerasan menggunakan senjata tajam tergolong jarang terjadi sehingga kejadian ini menjadi perbincangan warga sepanjang pagi.

Tak sedikit warga yang berdatangan ke sekitar lokasi setelah mendengar kabar adanya korban pembacokan di tengah area persawahan.

Petugas kepolisian yang menerima laporan kemudian bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Polisi Sita Sabit dan Belasan Kelapa

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa penganiayaan tersebut.

Barang bukti yang diamankan meliputi 1 bilah sabit dan 12 butir kelapa. Pelaku juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Penyidik saat ini masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan faktor lain yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.

Polsek Panjatan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan.

Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun perilaku yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (Eln)