bernasnews– Di tengah tantangan geografis, kebutuhan air bersih Gunungkidul terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan daerah.
Menyadari pentingnya peran tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan arahan strategis kepada seluruh jajaran PDAM Tirta Handayani dalam agenda pembinaan pegawai yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).
Dalam forum manajemen dan pegawai PDAM Tirta Handayani tersebut, Bupati Endah menegaskan bahwa air bersih bukan sekadar layanan publik biasa.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran sangat strategis dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Arahan tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan yang saat ini terus berupaya memperkuat pelayanan di tengah berbagai tantangan teknis, geografis, dan finansial.
PDAM Tirta Handayani Layani Puluhan Ribu Pelanggan di 16 Kapanewon
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Pengurusan PDAM Tirta Handayani, Supriyanto, memaparkan kondisi terkini perusahaan daerah yang menjadi tulang punggung penyediaan air bersih di Kabupaten Gunungkidul.
Sekarang, perusahaan ini memiliki 279 karyawan yang terdiri atas pegawai tetap, tenaga honorer, tenaga harian lepas (THL), serta tenaga outsourcing. Seluruh sumber daya manusia tersebut bekerja untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Untuk mempermudah pelayanan, PDAM ini membagi wilayah operasional ke dalam empat cabang utama. Cabang Wonosari membawahi unit pelayanan Wonosari, Semanu, Nglipar, dan Gedangsari. Sementara itu, Cabang Seropan mengampu wilayah Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Semin.
Di sisi lain, Cabang Bribin bertanggung jawab melayani wilayah Tepus, Rongkop, dan Girisubo. Adapun Cabang Baron mengelola pelayanan di kawasan Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, dan Panggang.
Hingga Juni 2026, PDAM ini telah memiliki 62.528 Sambungan Rumah (SR). Jumlah tersebut mampu melayani sekitar 24,17 persen populasi yang tersebar di 16 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Capaian tersebut menunjukkan peran besar perusahaan daerah dalam mendukung akses masyarakat terhadap air bersih. Di balik layanan tersebut, PDAM juga mengoperasikan jaringan infrastruktur pipa dengan panjang total mencapai ratusan ribu meter yang terdiri atas pipa transmisi dan distribusi hingga menjangkau kawasan permukiman warga.
Untuk menjaga kontinuitas pasokan air, PDAM Tirta Handayani mengandalkan sejumlah fasilitas produksi yang tersebar di berbagai wilayah.
Supriyanto menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengoperasikan tujuh unit Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selain itu, PDAM juga mempunyai 95 unit pompa dan berbagai titik booster yang berfungsi mendorong distribusi air menuju kawasan dengan elevasi tinggi.
Keberadaan pompa menjadi faktor krusial mengingat sebagian besar wilayah Gunungkidul memiliki topografi berbukit dan bergelombang. Kondisi tersebut membuat proses distribusi air membutuhkan energi yang jauh lebih besar daripada daerah dataran rendah.
“PDAM Tirta Handayani mengandalkan Instalasi Pengolahan dengan didukung oleh tujuh unit IPA dan 95 buah pompa serta berbagai titik booster untuk mendorong air ke wilayah elevasi tinggi,” jelas Supriyanto.
Tantangan Besar di Balik Melimpahnya Potensi Sumber Air
Meski memiliki potensi sumber air yang besar, PDAM Tirta Handayani masih menghadapi berbagai tantangan yang tidak sederhana.
Bupati Endah juga mengingatkan seluruh pegawai PDAM Tirta Handayani untuk memiliki rasa handarbeni atau rasa memiliki terhadap perusahaan. Ia menekankan bahwa setiap pegawai harus menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelayanan dan segera merespons setiap keluhan pelanggan.
Menurutnya, pelayanan yang cepat dan tanggap akan mencegah masalah kecil berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Budaya kerja yang responsif juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PDAM sebagai penyedia layanan air bersih.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan publik harus selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Di penghujung arahannya, Bupati Endah menyampaikan pesan yang menjadi spirit utama bagi seluruh jajaran PDAM Tirta Handayani.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan daerah tidak semata-mata diukur dari capaian angka keuangan maupun laporan laba rugi. Lebih dari itu, keberhasilan sejati terletak pada tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang menerima layanan.
“Keberhasilan PDAM tidak hanya diukur dari angka keuangan, melainkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang dilayani,” tegas Bupati Endah Subekti Kuntariningsih.
Di tengah tantangan geografis dan ancaman perubahan iklim, transformasi PDAM Tirta Handayani menjadi semakin penting untuk memastikan setiap warga Gunungkidul memperoleh akses air bersih yang aman, berkelanjutan, dan berkualitas. (ef linangkung)












