Wajib Registrasi Digital, Wisatawan Kawah Ijen Kini Harus Daftar Lewat Aplikasi Ayo ke Taman Nasional

Ilustrasi wisatawan Kawah Ijen wajib daftar di aplikasi Ayo ke Taman Nasional. (Pixabay.com)

bernasnews – Digitalisasi layanan wisata alam di Indonesia terus diperluas. Mulai Mei 2026, wisatawan yang ingin berkunjung ke Kawah Ijen dan berbagai kawasan konservasi lainnya diwajibkan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional.

Sistem baru ini memungkinkan pengunjung melakukan reservasi dan pembayaran tiket secara non-tunai sekaligus mendukung pendataan wisatawan secara digital.

Peluncuran resmi aplikasi tersebut dijadwalkan pada 5 Juni 2026 oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

Uji Coba Sistem Tiket Digital Sudah Dimulai

Penerapan aplikasi Ayo ke Taman Nasional telah memasuki tahap uji coba sejak 13 Mei 2026. Sistem tersebut digunakan untuk kunjungan wisata yang berlangsung mulai 18 Mei 2026.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menjelaskan bahwa platform digital ini dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada wisatawan dalam melakukan pemesanan tiket masuk dan pembayaran secara cashless.

Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan publik di sektor pariwisata berbasis konservasi.

Digitalisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat pendataan pengunjung secara real-time, meningkatkan transparansi pengelolaan wisata alam, serta mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pariwisata konservasi.

Harga Tiket dan Surat Sehat Tetap Berlaku

Meski sistem pembelian tiket kini beralih ke platform digital, tidak terdapat perubahan tarif masuk bagi wisatawan. Pengunjung tetap membayar sesuai ketentuan yang berlaku meskipun transaksi dilakukan melalui virtual account perbankan.

Persyaratan administrasi yang selama ini diterapkan juga tidak mengalami perubahan. Salah satunya adalah kewajiban melampirkan surat keterangan sehat sebagai syarat berkunjung, terutama untuk kawasan wisata alam yang memiliki karakteristik medan tertentu seperti Kawah Ijen.

Dengan demikian, digitalisasi yang diterapkan lebih berfokus pada mekanisme pendaftaran dan pembayaran, tanpa mengubah aturan dasar yang telah berlaku sebelumnya.

Setiap Wisatawan Akan Memiliki ID Taman Nasional

Melalui aplikasi Ayo ke Taman Nasional, setiap pengunjung yang berhasil melakukan registrasi akan memperoleh identitas khusus berupa ID Taman Nasional (ID TN).

Identitas digital tersebut dapat digunakan untuk melakukan pendaftaran kunjungan ke berbagai taman nasional dan taman wisata alam di seluruh Indonesia tanpa harus membuat akun baru setiap kali akan berwisata.

Sistem terintegrasi ini memungkinkan data pengunjung tersimpan secara lebih lengkap dan terpusat. Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, pengelola kawasan konservasi juga dapat melakukan pengawasan yang lebih efektif terhadap aktivitas pengunjung.

Pelanggaran di Satu Kawasan Bisa Berujung Larangan Nasional

Salah satu konsekuensi dari penerapan sistem terintegrasi ini adalah pemberlakuan sanksi yang berlaku secara nasional.

Wisatawan yang terbukti melakukan pelanggaran berat, seperti membakar area kawasan konservasi atau melakukan vandalisme, dapat dikenai sanksi berupa daftar hitam (blacklist). Jika seorang pengunjung masuk dalam daftar tersebut, status larangan akan berlaku di seluruh taman nasional maupun taman wisata alam di Indonesia.

Akibatnya, sistem akan secara otomatis menolak pendaftaran tiket masuk ketika yang bersangkutan mencoba melakukan registrasi melalui aplikasi.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong perilaku wisata yang lebih bertanggung jawab selama berada di kawasan konservasi.

Pendataan Digital Permudah Penanganan Insiden dan Asuransi

Keuntungan lain dari penerapan sistem registrasi digital adalah kemudahan dalam penelusuran data ketika terjadi insiden di lapangan.

Karena identitas pengunjung tercatat secara lengkap dalam sistem, proses verifikasi data dan pengurusan asuransi dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kecelakaan atau keadaan darurat selama kunjungan.

Pendataan yang lebih akurat juga membantu pengelola dalam melakukan monitoring jumlah pengunjung, evaluasi layanan, hingga penyusunan kebijakan pengelolaan wisata alam yang lebih efektif.

Dengan berbagai fitur tersebut, aplikasi Ayo ke Taman Nasional tidak hanya menjadi sarana pembelian tiket secara digital, tetapi juga instrumen untuk mendukung pengelolaan wisata konservasi yang lebih modern, aman, transparan, dan berkelanjutan. (anp)