News  

Pelatihan Digital Marketing LazisMU, Perkuat Kemandirian Pelaku Usaha Ayam Potong

Peserta pelatihan foto bersama. (Foto: Dok. UAD)

bernasnews — Upaya membangun kemandirian ekonomi umat memerlukan langkah nyata tidak hanya pada bantuan sosial, namun memfasilitasi pengabdian masyarakat pemberdayaan umat dengan menghadirkan ilmu, keterampilan, dan pendampingan berkelanjutan.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM UAD (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan) bertajuk “Pelatihan Digital Marketing Berbasis Pada Prinsip Pemasaran Sosial Produk Ayam Potong Bagi Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki”.

“Pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi LazisMU bersama PT Lancar Laju Barokah, yang berlangsung Minggu, 17 Mei 2026,” kata Dr. Zunan Setiawan, MM, Dosen Prodi MM UAD, dalam keterangan tertulsinya, Senin (18/5/2026)

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pengusul sekaligus dosen MM UAD, Dr. Zunan Setiawan, M.M., bersama tim mahasiswa yang terdiri atas Dita Zulfadin Dahlan, Sofyan Aji Wibowo, Nabila Fadhila Rahma, dan Tabah Indra Gunawan.

Menurut Dr. Zunan, pelatihan menjadi bagian dari implementasi pengabdian perguruan tinggi yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro bidang ayam potong yang berada dalam binaan. Sejak awal Desember 2025 hingga pertengahan Mei 2026 inisiasi kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dan suasana pelatihan berlangsung hangat serta interaktif.

“Para peserta yang berasal dari kalangan mustahik dan pelaku usaha kecil tampak antusias mengikuti setiap tahapan,” ujar Dr. Zunan. Kegiatan berkesinambungan dilakukan melalui bantuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Transformasi mustahik menjadi muzakki harus dibangun melalui peningkatan kapasitas usaha dan kemampuan membaca perkembangan pasar.

Dikatakan Dr. Zunan, materi lanjutan membahas teknik diferensiasi sederhana. Dalam usaha ayam potong yang memiliki persaingan ketat, peserta diperkenalkan pada cara menkreasikan nilai tambah melalui pelayanan terbaik, kebersihan produk, ketepatan distribusi, dan pengemasan.

Peserta mendapat pembekalan mengenai cara membangun identitas produk yang dipercaya masyarakat. Di era digital, kepercayaan menjadi modal utama sebuah usaha. Karena itu, konsistensi kualitas, kejujuran informasi, dan pelayanan yang baik dipandang sebagai fondasi membangun loyalitas pelanggan.

“Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar adalah pembahasan mengenai prinsip pemasaran sosial berbasis nilai Syariah,” beber Dr. Zunan.

Pendekatan ini menempatkan bisnis menghadirkan manfaat dan keberkahan. Peserta diajak memahami pentingnya transparansi harga, kejelasan kualitas produk, dan etika usaha yang menjaga kepentingan konsumen. Tim mahasiswa turut memfasilitasi pelatihan pengenalan pemasaran digital tingkat dasar.

Peserta diajarkan menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, membuat foto produk sederhana melalui telepon genggam, dan menyusun pesan pemasaran yang menarik namun tetap etis. Kolaborasi LPPM UAD, LazisMU dan PT Lancar Laju Barokah menunjukkan bahwa sinergi lembaga sosial, dunia usaha, dan perguruan tinggi dapat menghadirkan model pengabdian masyarakat pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

“Menjadi ikhtiar membangun harapan bahwa usaha kecil dapat tumbuh, naik kelas, dan menjadi jalan transformasi mustahik menuju muzakki,” pungkas Dr. Zunan Setiawan, M.M. (*/ ted)