bernasnews — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, melakukan sidak TPA Alam Uswatun Khasanah, yang terletak di Dusun Kronggahan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon/Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Senin 27 April 2026.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman, Mustadi, uasi melakukan sidak di TK-KB-TPA Alam Uswatun Khasanah, Dusun Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman.
“Hal ini kamin lakukan adalah untuk memantau atau boleh dikatakan sidak, lantaran kami dari Disdik ingin memastikan bahwa di satuan pendidikan dalam hal ini formal maupun non formal di tingkat PAUD tidak ada persoalan,” jelasnya.
Lanjut Mustadi, kita lihat betul bagaimana kegiatannya, kemudian apakah ada kendala – kendala dan sebagainya, inilah yang akan kita pastikan. “Alhamdulillah hari ini kami di TPA Uswatun Khasanah Kronggahan cukup baik dari sisi perijinan, admistrasinya,” ujarnya.
“Kemudian dari sisi kegiatan juga sangat baik sehingga kami bangga dan merasa senang kita punya tempat pendidikan yang memang dari sisi regulasi baik, kemudian dari sisi operasional juga baik,” tambahnya.
Menurut Mustadi, bunda – bunda di sini juga sangat perhatian pada anak – anak kita. Dan ini saya lihat langsung tadi, bahkan saya ikut mencicipi makan siang untuk anak – anak itu juga bagus.
“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan di TPA kemudian KB, kemudian TK yang formal itu berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa di Kabupaten Sleman ini jumlah PAUD non formalnya ada 563, yang formal atau TK nya itu ada 514, ini ada yang hampir semua berijin khusus persentase dari pusat itu harus berijin.
Namun demikian memang masih ada yang belum berijin, karena masih dalam proses. Tapi kita pastikan bahwa proses perijinan akan terus kita dampingi karena ketika itu ijinnya keluar di akreditasi, ini kan menjadi salah satu indikator bahwa penyelenggaraan di PAUD formal dan non formal itu berjalan dengan baik.
” Kami dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menegaskan, bahwa bagi yang belum berijin kami beri peringatan dulu, apabila belum ada ijin harus segera mengajukan segera tidak boleh begitu,” tegasnya.
“Karena kami tidak mau pelayanan yang tidak berstandar dan menjadi masalah nanti, kan kami juga nanti yang bertanggung jawab. Kami berharap kepada pengelola TPA yang ada segera dilengkapi persyaratannya, kami akan dampingi, kita fasilitasi dan sebagainya termasuk kelengkapan – kelengkapan ini jadi tugas Dinas memberikan support untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” beber Mustaki.
Pihaknya ikut prihatin ketika orang tua sudah menitipkan anaknya dengan ikhlas untuk di bimbing diasuh, tetapi ada kegiatan yang kurang memberikan perhatian untuk anak – anak mereka sekali lagi kami sangat prihatin.
“Namun demikian kami memastikan di TPA Uswatun Khasanah ini, berjalan dengan baik dan insyaAllah Kabupaten Sleman mudah – mudahan baik semua,” tutup Kadis didampingi oleh Kabid PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Reni Tri Pujiastuti.
Sementara itu, Sri Lestari, M.Pd, selaku pengelola KB Uswatun Khasanah menambahkan, bahwa pihaknya merasa senang di kunjungi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman pada hari ini.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, menjadi tahu bagaimana kondisi sekolah kami yang sesungguhnya. Tadi kebetulan terkait dengan siswanya juga, kesehatannya juga, kemudian sarprasnya dan juga perijinan terutama perijinan operasional.
“Alhamdulillah di tempat kami lengkap dan masih hidup,” ungkap Sri Lestari.
Ia juga menceritakan dulu ada satu anak pernah dua hari dititipkan di sana (Daycare Little Aresha), ternyata anak tersebut trauma kemudian orang tuanya kembali menitipkan anaknya ke sini dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terapinya. “Saat ini alhamdulillah sudah mulai membaik,” ujarnya.
“Yang jelas seharusnya mendidik itu harus dengan hati ya, kalau untuk anak usia dini harus dengan hati. Karena memang kami yang ada di sekolah itu merupakan orang tua pengganti mereka, sehingga sosok seorang ibu, seorang ayah itu harus di temukan juga di lembaga pendidikan,” ungkap Sri Lestarai.
Jadi tugas kita itu bukan hanya mengajar, tapi adalah terkait dengan tranfer all value nya, terkait dengan bagaimana mengasuh dia, kemudian mendidik dia dengan sesuai dengan hal – hal yang seharusnya begitu.
Semoga dengan adanya kasus kemarin menjadi perhatian kita semua, dan kami berharap orang tua menjadi lebih bijak, lebih cerdas lagi dalam memilih layanan PAUD, terutama untuk sekolah – sekolah yang sudah memiliki ijin operasional.
“Juga sudah berakreditasi dan secara terbuka siap ketika mau dilihat sarprasnya, mau dilihat kelasnya itu menjadi pertimbangan juga,” pungkas Sri Lestari, yang mengaku memiliki 117 anak didik ini. (nun)












