bernasnews — Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Keluarga Besar KB-TK Marsudirini Santa Theresia Boro menyelenggarakan kegiatan bersama dengan para oma di Panti Werdha Santa Monica Boro, Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Selasa , 21 April 2026.
Kehadiran Anak-anak disambut dengan sukacita oleh Suster M. Scholastica, OSF dan Suster M. Florentine, OSF. Juga seluruh Keluarga Besar Panti Werdha Santa Monica Boro.
“Suasana hangat nampak ketika kedatangan para Kartini cilik dan Kartono cilik dengan kasihnya yang begitu kepada para oma,” terang Sthephani Ratnasari, Guru Sekolah KB-TK Marsudirini St.Theresia Boro, melalui whatsapp, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 62 siswa siswi dan satu pendamping perwakilan orang tua beserta para ibu guru KB-TK Marsudirini St. Theresia Boro. Menurut Sthephani, tujuan kegitan berkunjung ini untuk berbagi kasih, berbagi pengalaman menarik saat membuat hasil karya anak yang dijadikan hadiah yang spesial untuk para oma.
“Dan kegiatan yang menyenangkan adalah mengajak para oma untuk lomba modelling,” ungkapnya.
Kegiatan ini sangat menyentuh hati saat salah satu Guru Veronica Erna melantunkan puisi dengan tema “Semangat Tekad Perjuangan Kartini”, yang mengajak anak-anak untuk bersemangat sebagai Kartini dan Kartono cilik dengan masa depan yang panjang menanti untuk sukses dan tidak mudah menyerah pada keadaan dengan mudah mengatakan “saya tidak bisa “.
Anak-anak perwakilan dari KB, TK A, TK B juga menghibur para oma dengan menampilkan modeling. Usai itu para oma pun ganti menunjukkan kebolehannya dalam lenggak lenggok badannya. Mereka dengan semangat dan ingin menunjukkan pada dunia, bahwa “saya masih mampu”.
Sementara itu, Bu Putri sebagai guru kelas TK A menyampaikan pesan kepada anak –anak jangan pernah lelah untuk meraih mimpi seperti semangat para oma yang telah mendahului menjadi Kartini.
Pengalaman yang begitu bermakna dan menyenangkan sekali karena anak-anak juga memiliki semangat juang untuk meraih cita-cita dengan melihat semangat dari para oma yang menginpirasi anak-anak.
“Semoga dengan bekal yang dibawa dari sekolah dan pengalaman dari para oma di Panti Lansia, anak-anak memiliki kepribadian sejak dini peka terhadap sesama dan lingkungan sekitar yang memiliki kasih sayang terhadap orang tua atau orang yang lebih tua,” harap Sthephani Ratnasari.
“Juga semakin dekat dengan orang tua dengan memiliki sikap santun, hormat, menyayangi, dan menurut pada orang tua,” pungkasnya. (zbd)












