bernasnews – Jasmerah adalah akronim dari semboyan “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”, mempunyai makna agar kita tidak melupakan sejarah bangsa, karena dari sejarah kita belajar, mengambil hikmah, dan menentukan arah ke depan.
Sekarang istilah “jasmerah” sering dipakai untuk mengingatkan pentingnya belajar sejarah apapun, sejarah perjuangan kemerdekaan, sejarah kebangsaan, sejarah organisasi atau bahkan sejarah perusahaan maupun sejarah produk (media) yang diluncurkan.
Oleh karena itu, jajaran manajemen Media Komunitas NAGARI dan bernasnews untuk memaknai “jasmerah” dengan melakukan ziarah ke makam pimpinan dan teman sejawat kala berkarya di Harian Bernas, antara lain ziarah ke makam Bapak H. Kusfandi dan Bapak Bimo Sukarno, di Makam Krapyak.
Kemudian ziarah ke makam Bapak H. Zubaedi, di Makam Semaki dan makam Mas. FX Mantoro Suryo Putro, di Makam Katolik Pakuncen, Yogyakarta, pada Jumat (17/4/2026). Mereka almarhum adalah manifestasi pimpinan dan teman sejawat.
Kegiatan ziarah ini dalam rangkaian memperingati sewindu Media Komunitas NAGARI, tanggal 9 April 2026, serta menyambut HUT ke-7 bernasnews, tanggal 14 Mei 2026.
Ziarah dipimpin oleh Z. Bambang Darmadi selaku Penasihat NAGARI, diikuti oleh Pemimpin Redaksi bernasnews, YB. Margantoro; Divisi Bisnis Media, Nuning Harginingsih, dan Staf Redaksi, Tedy Kartyadi.
Dalam pengantarnya, Z. Bambang Darmadi mengemukakan, bahwa Media Komunitas NAGARI dan bernasnews apabila ditarik benang merah sejarah sedikit banyak ada keterkaitan dengan Harian Bernas, di mana para almarhum tersebut pernah berkarya hingga sampai meninggalnya.
“Inspirasi, gagasan, maupun pemikiran, ilmu maupun pengalaman-pengalaman selama berkarya di Harian Bernas, tentunya sangat mewarnai dalam pengelolaan NAGARI dan bernasnews,” ungkap penulis puluhan buku bertema bisnis dan Instruktur Pelatihan Bersertifikasi BNSP itu.
Lanjut Bambang Darmadi menjelaskan, Media Komunitas NAGARI merupakan ide atau gagasannya penerbitan merupakan pengembangan dari halaman rubrik “Komunitas Jogja”, bagian dari Surat Kabar Harian (SKH) Harian Bernas, yang berhenti terbit tanggal, 1 Maret 2018.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi bernasnews, YB. Margantoro menambahkan,bahwa dalam pengelolaan media online pun tetap mengedepankan atau prinsip-prinsip media mainstream seperti halnya kala mengelola media cetak Harian Bernas, hanya beda platform saja.
“Nah..menariknya dari segi brand atau nama merek bernasnews, seperti ada bau-baunya kata bernas. Hanya saja dalam akronimnya sangat berbeda, bernas (news) merupakan akronim dari kata berita nas, yang bermakna berita untuk kebaikan,” ujar YB. Margantoro, wartawan senior dan pegiat literasi. (ted)












