bernasnews — Memaknai sebuah kelahiran atau muncul kali pertama dibaca oleh publik dalam dunia media cetak, media online atau media sejenisnya yang sering disebut terbit perdana, untuk mengenangnya pantas dirayakan meskipun secara sederhana.
Demikian dikemukakan oleh Drs Z. Bambang Darmadi, M.M selaku Penasihat Media Komunitas NAGARI, dalam kesempatan wawancara bersama bernasnews, di rumahnya bilangan Kricak Jatimulyo, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, untuk menamai sebuah media atau brand tentu tidaklah semudah membalikan telapak tangan, namun butuh perenungan, butuh pemikiran visi ke depan. Pasalnya brand yang sudah dipilih merupakan “roh” dari para pengambil kebijakan dalam media tersebut.
“Maka brand harus mudah diingat dan dikenang oleh pembaca, serta marketable atau menjual. Sehingga tidak mengherankan jika brand Media Komunitas NAGARI juga diminati oleh komunitas jurnalis dari Jawa Barat,” beber Z. Bambang Darmadi, yang juga penulis puluhan buku bisnis.
Media Komunitas NAGARI didirikan delapan tahun lalu bermodal semangat oleh mantan karyawan Harian Bernas, antara lain, Galih Wijaya, Philip Jehamun, dan Bambang Sukoco, dari sebuah kafe kawasan nJeron Benteng Kraton Yogyakarta.
Dalam penerbitan perdananya mendapat dukungan dari Almarhum Koh Bing, seorang pengusaha Tionghoa yang sangat “nJawani” dan pemilik Toko Mas Kranggan Yogyakarta.
Brand NAGARI dari gabungan kata Naga, hewan mitologi yang memiliki kekuatan dan kesaktian luar biasa, sedangkan RI singkatan Republik Indonesia. Kata Nagari juga bermakna kesatuan masyarakat.
Terbit perdana pada tanggal 9 April 2018, ide atau gagasannya penerbitan merupakan pengembangan dari halaman rubrik “Komunitas Jogja”, bagian dari Surat Kabar Harian (SKH) Harian Bernas yang berhenti terbit, pada tanggal 1 Maret 2018.
Konsep isi redaksionalnya timeless yakni artikel, berita, tulisan liputan tidak lekang oleh waktu. Artinya, Media Komunitas NAGARI tetap enak dibaca kapan pun. Jumlah 12 halaman yang terbagi dalam rubrikrasi Komunitas, Pendidikan, Seni – Budaya, Wisata, Ragam, Teras Malioboro 54 (Suara Dewan), dan rubrik bernasnews Digital Academy.
Meskipun pengelolaan dan Tim Redaksi berbeda, namun konsep isi keredaksian tetap sama bersifat timeless yang dilakukan oleh Media Komunitas NAGARI – Jawa Barat. Mereka juga terbit 12 halaman, dengan rubrikasi Komunitas, Budaya, Politik dan Bisnis, Wisata, Sorotan Utama, dan Ragam.
Dalam pesannya, Z. Bambang Darmadi mengatakan meskipun NAGARI terbit bukan harian namun berkala dan saat ini memasuki usia sewindu atau delapan tahun, tetap pantas disyukuri keberadaannya. Terlebih secara nama telah sampai ke Jawa Barat.
“Nama atau brand Media Komunitas NAGARI atau sering disebut NAGARI yang hanya satu kata mengandung makna yang sangat mendalam. Brand yang kuat bisa jadi asset berharga bagi Perusahaan,” ujarnya.
“Proficiat media NAGARI yang ke-8. Semoga semakin bertumbuh, berbuah lebat dan bermakna bagi banyak pembaca,” pungkas Z. Bambang Darmadi, yang juga Instruktur Pelatihan Bersertifikasi BNSP. (ted)












