News  

Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan Berjalan Aman

Romo AG. Luhur Pribadi Pr menyalakan Lilin Cahaya Kristus dalam Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I di Gereja St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan Sleman, DIY, Sabtu 4 April 2026 ( Z. Bambang Darmadi/bernasnews)

bernasnews — Ribuan umat padati Gereja St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakata untuk mengikuti  perayaan Ekaristi Vigili Paskah I, Sabtu malam (4/4/ 2026). Misa perayaan Vigili Paskah I, yang diawali dengan penyalaan Lilin Cahaya Kristus  dipimpin oleh Romo. AG. Luhur Prihadi, Pr.

Perayaan Ekaristi Vigili yang cukup panjang ini, para umat yang datang tidak dapat masuk keselurhannya ke dalam gedung Gereja, namun dapat juga mengikuti dari halaman sekitar Gereja yang dipasang tenda besar, dengan dilengkapi layar lebar videotron yang sangat representatif, sehingga dapat mengikuti dengan hikmat.

Bacaan-bacaan kitab yang panjang  dari  bacaan pertama tentang Kitab Kejadian 1:1-2:2. Bacaan kedua yang diambil dari Kel 14:15 . Bacaan ketiga dari Yeheskiel 13:16-17a, 18-28, Bacaan Epistola Rom 6:3-11 dan bacaan Injil Matius 28:1-10, telah didaraskan dengan baik.

Suasana saat umat mengikuti Perayaan Ekaristi Vigili Paskah I melalui Videotron, di Halaman Gereja St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan Sleman. (Z. Bambang Darmadi/ bernasnews)

Dalam pesannya Romo AG. Luhur Prihadi, Pr mengemukakan, bahwa makna malam Vigili Paskah menjadi tradisi selalu diawali dengan upacara penyalaan Lilin Cahaya. Viligi artinya waktu berjaga- jaga sebelum hari Paskah tiba.

“Malam perayaan Paskah dan Paskah merupakan perayaan pembaharuan diri- pembaharuan hati, melalui ungkapan perjanjian janji Baptis, supaya kita menjadi manusia baru dan dapat  mulai bersikap dan bertidak lebih baik lagi,” tuturnya.

Menurut Romo AG. Luhur Pribadi, Pr, ikut membawa cahaya Kristus berarti mengubah dengan cara hidup, walau dilakukan dari hal yang kecil namun juga bermanfaat bagi banyak orang, terlebih kita dapat terlibat dalam keprihatinan juga merupakan salah satu ikut  mensejahterakan.

Diakhir pesannya  Romo AG. Luhur Prihadi, Pr mengajak seluruh yang hadir dan umat Katolik untuk mampu merenungkan, bahwa perjalanan Yesus dari sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya adalah  untuk umat manusia.

“Wafat Yesus merupakan kebangkitan umat manusia, oleh karenanya kita juga diajak ikut bangkit bersama Kristus dan membangkitkan masyarakat supaya mampu mencapai kehidupan yang bahagia dan sejahtera,” pungkas Romo. AG. Luhur Prihadi, Pr. (zbd)