News  

Penuh Hikmat, Merayakan Misa Jumat Agung di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran Yogyakarta

Perhormatan Salib Suci saat Misa Jumat Agung di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran Yogyakarta, Jumat Sore 3 April 2026 ( Z. Bambang Darmadi/ bernasnews)

bernasnews — Ratusan umat penuhi Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran Yogyakarta untuk ikuti Misa Jumat Agung, pada hari Jumat sore ( 3/4/2026). Misa dipimpin oleh Romo Albertus Hendaryono, Pr.

Dalam homilinya Romo Albertus Herdaryono, Pr mengemukakan, bahwa Injil Yohanes 18: 1-27 selalu dibacakan setiap pelaksanaan Misa Jumat Agung, yang salah satunya makna penting dari kata Yesus Wafat tidak sama dengan mati, namun Yesus menyerahkan nyawanya.

Menurut Romo Albertus Herdaryono, Pr, konteks kata mati posisinya pasif, sedangkan Yesus menyerahkan nyawanya, berarti posisinya aktif. Dalam hal ini Yesus tampil anggun, tampil menguasai situasi, Yesus tidak bersengsara.

Romo Albertus Hendaryono, Pr saat pimpin Misa Jumat Agung di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog Paroki Kumetiran Yogyakarta. (Z. Bambang Darmadi/ bernasnews)

“Yesus menundukkan kepala, artinya Yesus melihat ke bawah, memperhatikan dunia yang penuh makna dan menyerahkan nyawanya dengan mengucap ‘Sudah Selesai’,” tutur Romo.

Di akhir pesannya Romo Albertus Hendaryono, Pr mengajak umat semua yang hadir dalam merayakan Jumat Agung ini dapat memiliki prinsip hidupnya seperti Yesus.

Dalam ibdah Misa Jumat Agung ini juga dilakukan penghormatan Salib Suci, yang sebelumnya para umat yang hadir membawa salib dari rumah masing- masing yang kemudian diperciki dengan air suci. (zbd)