News  

Heboh BBM Naik April 2026, Benarkah Pertamax Tembus Rp17 Ribu?

Ilustrasi harga BBM 1 April 2026, benarkah tembus Rp17.000. (Pixabay.com)

bernasnews – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik menjelang awal April 2026. Benarkah harga Pertamax naik tembus Rp17.000 per liter?

Dalam beberapa hari terakhir, linimasa media sosial, khususnya platform X, diramaikan dengan berbagai spekulasi terkait lonjakan harga BBM nonsubsidi, termasuk kabar yang menyebutkan harga Pertamax akan tembus hingga Rp 17.850 per liter.

Namun, benarkah harga BBM akan naik setinggi itu mulai 1 April 2026? Berikut penelusuran lengkap berdasarkan informasi resmi yang berhasil dihimpun.

Isu Kenaikan BBM Viral di Media Sosial

Percakapan publik di media sosial meningkat tajam setelah muncul unggahan yang memuat proyeksi harga BBM nonsubsidi untuk April 2026. Dalam salah satu unggahan yang viral, disebutkan bahwa harga Pertamax (RON 92) bisa mencapai Rp 17.000 hingga Rp 17.850 per liter.

Kabar tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Banyak warganet mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan dampaknya terhadap biaya hidup sehari-hari.

Tanggapan Pemerintah Soal Harga BBM

Menanggapi isu yang berkembang, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memberikan penjelasan tegas.

Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai perubahan harga BBM nonsubsidi untuk periode April 2026. Pemerintah, kata dia, akan mengumumkan secara resmi harga terbaru pada 1 April 2026.

Menurut Laode, penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang mengikuti dinamika global, terutama harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

“Penetapan harga BBM nonsubsidi akan diumumkan secara resmi pada 1 April 2026,” jelasnya.

Di tengah kekhawatiran masyarakat, ada kabar yang cukup menenangkan. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.

Jenis BBM subsidi yang dimaksud meliputi Pertalite Rp 10.000 per liter dan Solar (Biosolar) Rp 6.800 per liter. Laode menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Klarifikasi Pertamina Soal Isu Viral

Di sisi lain, derasnya arus informasi di media sosial turut memunculkan berbagai spekulasi terkait kenaikan harga BBM. Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa informasi proyeksi harga BBM yang ramai diperbincangkan bukan berasal dari sumber resmi perusahaan.

Menurutnya, angka-angka yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipastikan kebenarannya dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, serta mengutamakan sumber resmi dalam memperoleh kabar terkait energi dan kebijakan publik.

Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Tak hanya soal harga, pemerintah juga memastikan bahwa ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman. Stok BBM maupun LPG disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Tindakan tersebut justru dapat memicu gangguan distribusi dan menciptakan kelangkaan semu di lapangan.

Stabilitas pasokan energi menjadi kunci agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Menunggu Pengumuman Resmi 1 April 2026

Spekulasi yang beredar saat ini dipastikan akan segera terjawab. Pemerintah bersama Pertamina dijadwalkan mengumumkan harga resmi BBM untuk periode April 2026 pada tanggal 1 April 2026.

Pengumuman tersebut akan mencakup harga BBM nonsubsidi secara nasional. Meski demikian, dalam praktiknya bisa saja terdapat perbedaan harga di beberapa wilayah, tergantung pada faktor distribusi dan kebijakan daerah.

Hingga saat ini, kabar mengenai kenaikan harga BBM termasuk isu Pertamax yang disebut mencapai Rp 17.850 per liter belum dapat dipastikan kebenarannya. Baik pemerintah maupun Pertamina menegaskan bahwa keputusan resmi belum diumumkan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Untuk mendapatkan informasi akurat, penting untuk selalu merujuk pada kanal resmi pemerintah maupun Pertamina.

Dengan demikian, publik dapat mengambil sikap yang lebih bijak tanpa terpengaruh kabar yang belum tentu benar. (anp)