bernasnews – Kawasan Malioboro kembali mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat total 286.558 pengunjung dalam periode 18 hingga 24 Maret 2026.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata utama di Kota Yogyakarta selama masa libur Lebaran.
Lonjakan mulai terlihat pada 21 Maret 2026 dengan jumlah 23.903 pengunjung. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada 22 Maret menjadi 56.975 orang.
Puncak kepadatan terjadi pada 23 Maret dengan total 78.127 pengunjung.
Sementara itu, pada 24 Maret jumlah wisatawan tercatat 70.709 orang, meskipun mengalami sedikit penurunan.
Pola Kunjungan dan Sistem Pemantauan
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menjelaskan bahwa penghitungan jumlah pengunjung dilakukan melalui lima titik akses utama di kawasan Malioboro.
Titik pemantauan meliputi area utara Bank BPD DIY di Jalan Pasar Kembang, depan Hotel D’Jogja, kawasan Nol Kilometer dari sisi timur dan barat, serta kawasan sirip di Jalan Suryatmajan.
Fitria menyebut lonjakan pengunjung umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Peningkatan jumlah wisatawan mulai terlihat signifikan sejak pukul 17.00 WIB hingga malam selama periode libur.
“Kami memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada 30 Maret,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Upaya Pengembangan Destinasi Alternatif
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, menyampaikan bahwa Malioboro yang terintegrasi dengan kawasan Tugu Yogyakarta hingga Keraton Yogyakarta atau dikenal sebagai Gumaton masih menjadi destinasi utama wisatawan.
Ia menilai kawasan tersebut memiliki daya tarik yang kuat dan menjadi tujuan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Namun, tingginya konsentrasi wisatawan di Malioboro juga menjadi tantangan dalam pengelolaan pariwisata kota.
Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pengembangan destinasi alternatif seperti Kotagede dan Kotabaru untuk mendistribusikan arus kunjungan wisatawan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di satu kawasan sekaligus meningkatkan potensi wisata di wilayah lain.
Dengan total kunjungan yang mendekati 300 ribu orang dalam satu pekan, Malioboro kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat aktivitas pariwisata utama di Yogyakarta, khususnya pada momentum libur Lebaran. (Eln)












