bernasnews – Untuk yang sekian kalinya Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Safari Tarawih pada bulan Ramadan 1447 H. Kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Margo Yuwono yang berada di Kampung Langenastran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Selasa malam (24/2/2025).
Safari Tarawih tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir bersama jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Juga dihadiri oleh jajaran Forkompimtren Kemantren Kraton, Lurah Panembahan dan Jajarannya, serta warga tokoh kampung setempat.
Dalam sambutannya, Takmir Masjid Margo Yuwono, Sunu Raharjo menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya masjid tersebut sebagai salah satu lokasi Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini. Pihaknya merasa bangga dan bersyukur lantaran momentum ini menjadi perhatian sekaligus penyemangat bagi pengurus dan jamaah untuk terus memakmurkan masjid.
Sunu Raharjo yang juga Ketua Kampung Langenastran, memaparkan sejarah berdirinya Masjid Margo Yuwono, yang dibangun pada tahun 1943 dan telah mengalami beberapa kali renovasi guna menyesuaikan kebutuhan jamaah.
“Meski demikian, bangunan utama masjid tetap mempertahankan ciri khas arsitektur awalnya. Dalam waktu dekat, kami berencana kembali melakukan renovasi, khususnya untuk memperbaiki fasilitas toilet demi meningkatkan kenyamanan para jamaah,” ungkapnya.
Usai salat Tarawih, dalam sambutannya Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan rasa senangnya dapat melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Margo Yuwono. Menurut Hasto, masjid tersebut merupakan salah satu bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Orang nomor satu di Pemkot Yogyakarta ini mengatakan, bahwa arsitektur masjid dirancang langsung oleh arsitek asal Belanda pada masanya, sehingga memiliki keunikan tersendiri yang patut dilestarikan.
“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian dari warisan sejarah Kota Yogyakarta. Karena itu, keberadaannya harus kita jaga bersama,” harap Hasto Wardoyo, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
Walikota Yogyakarta berpesan kepada pengurus takmir dan remaja masjid agar terus mengembangkan dan merawat masjid dengan baik, sehingga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
Dengan kekhasan bangunannya, menurut Hasto, masjid Margo Yuwono ini memiliki potensi menjadi magnet wisata religi. “Lokasinya yang sangat strategis, yakni dekat dengan Alun-Alun Kidul (Selatan) Yogyakarta, menjadi nilai tambah tersendiri,” ujarnya.
“Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) dapat diarahkan untuk singgah ke masjid Margo Yuwono, tidak hanya untuk beribadah namun juga untuk menikmati nilai sejarah dan arsitekturnya,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk mendukung rencana renovasi masjid, khususnya perbaikan fasilitas toilet. Selain itu, bantuan juga diserahkan dari Perumda PDAM Tirtamarta sebesar Rp2 juta.
Selain itu, turut diserahkan bantuan dari BAZNAS Kota Yogyakarta, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta yang menyerahkan satu paket buku untuk menambah koleksi bacaan di lingkungan masjid Margo Yuwono, Langenastran. (*/ ted)












