News  

Rakor Pengurus KADIN DIY: Sinkronisasi dan Koordinasi, GKR Mangkubumi: Perlu Menguatkan Sister Province

Suasana Rakor Pengurus KADIN DIY. (Foto: Tangkapan Layar)

bernasnews — Pengurus KADIN DIY masa bakti 2025-2030 menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) untuk sinkronisasi dan koordinasi program kerja yang telah disusun. Rakor tersebut diselenggarakan secara daring dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, dari Melbourne, Australia, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Rakor yang dilaksanakan secara zoom tersebut dihadiri Robby Kusumaharta, WKU Koordinator Bidang 2; Gunarta Adibrata, WKU Koordinator Buidang 2; Hermawan Ardianto, WKU Koordinator Bidang 3, dan George Iwan Marantika, WKU Koordinator Bidang 4.

Hadir pula sejumlah Wakil Ketua Umum (WKU) antara lain Tim Apriyanto, WKU Bidang Organisasi dan Keanggotaan; Fahmi Akbar Idries, WKU Bidang Investasi, dan Y. Sri Susilo, WKU Bidang Kominfodigi. Juga tampak hadir Syahbenol Hasibuan, Ketua Dewan Penasehat, serta Wawan Harmawan, Ketua Dewan Pertimbangan.

Dalam arahannya, GKR Mangkubumi berharap KADIN DIY harus melakukan sinkronisasi dan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemda DIY maupun Kabupaten/Kota se-DIY untuk sinergi dan kolaborasi program kerja KADIN DIY.

Menurutnya, sinkronisasi dan koordinasi menjadi penting karena banyak pejabat OPD yang baru terkait dengan rotasi jabatan maupun penempatan baru,  seperti pejabat kepala DPMPTSP DIY. GKR Mangkubumi juga berharap agar melalui program kerja KADIN DIY bisa mengurangi permasalahan terkait dengan bisnis maupun investasi ilegal di wilayah DIY.

“Kita perlu menguatkan sister province untuk mengoptimalisasi aktivitas bisnis dan kebudayaan di DIY,” tegas Putri Sulung Sultan HB X Beberapa contoh sister province yang perlu segera ditinjau ulang adalah kerjasama dengan Hainan, Korea, Australia dan yang lainnya untuk mendorong bisnis, perdagangan dan industri.

GKR Mangkubumi juga menekankan, bahwa investasi di DIY harus memperhatikan aspek lingkungan hidup dan dampak sosial budayanya. “Pengurus dipersilakan untuk memikirkan rencana apakah akan membentuk koperasi KADIN atau lembaga untuk memfasilitasi teman-teman pengurus KADIN,” tuturnya.

Pada bagian lain, Robby Kusumaharta mengungkapkan, bahwa bidang satu adalah platform support system untuk bidang-bidang yang lainnya dalam organiusasi KADIN DIY. Menurutnya, KADIN DIY akan menguatkan tata kelola organisasi. Industri jasa keuangan akan dioptimalkan untuk mendukung kinerja investasi perdagangan dari berbagai sektor.

“KADIN DIY masih dominan dengan karakter perdagangannya dan belum kuat untuk mendorong munculnya industri sebagai sebuah ekosistem,” ujar Robby.

“Bidang hukum akan lebih proaktif lagi untuk membuat kebijakan terkait dengan perlindungan bagi praktek bisnis yang sesuai dengan etika bisnis,” imbuhnya. Selanjutnya, bidang sumber daya manusia juga akan dioptimalkan untuk peningkatan kualitas human capital melalui revitalisasi pendidikan dan keterampilan vokasi di level yang strategis.

“Bidang komunikasi, informasi dan digital akan memperkuat strategi komunikasi ke media baik untuk media internal maupun media massa,” tandas Robby Kusumaharta, yang juga pengusaha senior.

“Bidang dua akan menguatkan struktur rantai pasok termasuk program-program untuk perdagangan yang lebih baik kinerjanya,” beber Gunarta Adibrata. Menurut Gunarta, bidang UMKM dan koperasi juga akan memberdayakan dan membina koperasi sesuai dengan yang telah direncanakan.  Untuk bidang 3, telah merencanakan Jogja Innovation Technology  Exhibition (JITE) yang bisa dilakukan saat RAPIMDA.

“Juga akan menyelenggarakan KADIN DIY Open Golf Tournamen 2026, pada bulan April 2026 mendatang,” jelas Hermawan Ardianto. KADIN DIY juga akan bersinergi dan kolaborasi untuk membahas terkait pembangunan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai dialog publik.

“Minggu ini (Senin, 23/2), bidang 4 akan bertemu dengan pak Gofar Ismail (Kepala DPMPTSP DIY) untuk berkoordinasi dan sekaligus buka puasa Bersama,” kata George Iwan Marantika. Pada kesempatan itu juga akan disampaikan tentang pentingnya dilakukan assessment untuk investasi di DIY yang sesuai dengan kaidah budaya maupun kaidah lingkungan hidup.

Menurut George, KADIN DIY Open Golf Tournament akan dijadikan ajang untuk forum koordinasi strategis yang akan melibatkan para duta besar dan para pengusaha baik tingkat nasional maupun lokal. (*/ ted)