Insinerator Fluidized Bed, Teknologi Pemusnah Sampah Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Suasana Workshop. (Foto: Kiriman Kusnadi)

bernasnews — Sampah menjadi permasalah yang kompleks, rumit dan perlu penganan  serius dari pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Upaya penanganan sampah telah banyak dilakukan oleh masyarakat dengan kelompok pengelola sampah baik melalui Bank Sampah, Sedekah Sampah, TPS 3R, jasa pengambilan sampah dan yang lainnya.

Peran pemerintah juga sudah banyak dialokasikan dalam upaya penangan sampah, berupa regulasi Undang Undang peraturan sebagai acuan penangan sampah, serta gelontoran anggaran untuk membangun fasilitas penangan sampah ,TPA, TPST, TPS 3R serta sarana prasarana lain dalam upaya penganan sampah. Sejumlah teknologi hasil riset para ahli penanganan sampah juga banyak disodorkan.

“Dalam upaya penangan sampah tersebut Pusat Teknologi Limbah (PUSTEKLIM) hadir memberikan teknologi yang efisien, ekonomis dan ramah lingkungan,” kata Dr. Nao Tanaka, Pelaksana Ahli Pusat Teknologi Limbah PUSTEKLIM  saat kegiatan Workshop, di Ruang  Aula Kalurahan, Sendangtirrto, Berbah, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (24/1/2026).

Hadir dalam kegiatan workshop tersebut Lurah Sendangtirrto, Amir Junawan; Ketua Pusteklim, Agus Haitami; Ketua FLH Berbah, Kusnadi. Juga dihadiri para pemerhati, pegiat sampah, dosen, praktisi, dan masyarakat umum.

Dalam paparannya, Dr Nao Tanaka menyampaikan, bahwa ada bermacam teknologi di Pusteklim sebagai upaya menjawab permasalah sampah termasuk limbah padat dan cair, dalam skala industri, skala bank sampah ataupun skala timah tangga.

Menurut Dr. Nao Tanaka, salah satu teknologi untuk pemusnah sampah adalah Insenerator Fluidized Bed (unggun terfluidasi). Sebuah teknologi dimana material padat berbentuk partikel serbuk atau butiran bersifat seperti fluida cairan mendidih karena gas atau udara berkecepatan tinggi dari bawah.

Dr. Nao Tanaka, Pelaksana Ahli Pusat Teknologi Limbah PUSTEKLIM. (Foto: Kiriman Kusnadi)

Metode ini memaksimalkan transfer panas dan massa. Teknologi ini umum digunakan untuk pengeringan, pelapisan  (coating) atau pembakaran yang efisien. Teknologi Fluidized Bed banyak digunakan pada industri broiler Batubara. Juga pada Fluida Catalytic Craciking  pada Kilang Minyak.

“Teknologi ini seperti magma  atau lava panas yang keluar dari gunung berapi dengan panas tinggi melahap sampah sampai tidak bersisa. Sehingga pembakarannya sempura tidak menyebabkan polusi,” jelas Dr. Nao Tanaka.

Pembakaran sampah dengan mengunakan teknologi ini akan lebih efisien secara ekonomi karena dalam proses tidak menggunakan bahan bakar terus menerus dalam proses pemusnahan sampah. Bahan bakar hanya dipergunakan pada awal proses pembakaran. “Artinya bahan bakar yang digunakan menjadi sangat sedikit. Menghemat bahan bakar,” tegas Dr. Nao Tanaka.

Dalam pengeloan limbah cair dari industri dan rumah tangga biasa penggunaan teknologi RBC (Rotating Biological Contactors) seperti yang ada Sukunan Gamping. Teknologi ini memerlukan investasi awal  tidak terlalu tinggi, hemat listrik, pengoperasian dan perawatan lebih mudah, namun masih terlalu mahal untuk dan sulit difabrikasi di Indonesia.

Dalam kondisi-kondisi seperti itu Pusteklim memproduksi RBC Lattice Tiga Dimensi, yang bisa difabrikasi di Indonesia serta empat kali lebih efisien dibanding RBC konvensional. Alat alat tersebut diproduksi Pusteklim Indonesia .

“Adapun pemasaran melalui Koperasi Jasa Multi Pihak Pusteklim,” pungkas Dr. Nao Tanaka, yang sudah mendampingi dan menjadi pelaksana lebih dari 20 tahun di Pusteklim. (nun/ Kusnadi, KIM Berbah)