News  

BAZNAS Kota Yogyakarta Bersama Pemkot Gelar Bedah Rumah di Kampung Suryoputran

Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro saat menyampaikan sambutan dan harapan agar program Bedah Rumah berkelanjutan di tahun 2026. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menunjukakkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya dalam menekan angka jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program Bedah Rumah.

Untuk kesekian kalinya Pemkot Yogyakarta menggandeng BAZNAS Kota Yogyakarta dan didukung oleh sejumlah OPD Pemkot Yogya kembali melaksanakan Bedah Rumah, dengan penerima manfaat Sudaryono, warga RT 38 RW 10 Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Minggu pagi (7/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemkot Yogya, Yunianto Dwisutono, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Darini.

Juga hadir perwkilan dari OPD Pemkot Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, Forkompimtren Kemantren Kraton, Lurah Panembahan, Ketua LPMK Kelurahan Panembahan, Ketua Kampung Suryoputran, Ketua RW 10 Suryoputran, serta tokoh kampung dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati menyampaikan laporan, bahwa kegiatan serupa pada tanggal 20 September 2025, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo berserta Pamela Swalayan Grup telah hadir di RW 12 Kampung Panembahan.

Kemudian tanggal 28 September 2025 kembali hadir untuk memperbaiki rumah Dian Prabandari , warga RT 20 RW 06 di Kampung Gamelan. Selanjutnya pada hari ini (Minggu, 7/12) untuk memberikan bantuan Bedah Rumah kepada Sudaryono, warga RT 38 RW 10 Kampung Suryoputran.

“Semoga perjuangan dari Pemkot Yogyakarta dan DPRD Kota Yogyakarta yang sudah ikhlas tiada lelah untuk mensejahterakan masyarakat diridhoi oleh Allah SWT. Senantiasa semuanya diberikan kesehatan, hidayah, keberkahan dan amanah,” ujar Herawati.

Lanjut Herawati menjelaskan, persiapan pelaksanaan kegiatan bedah rumah Sudaryono yang diawali dengan gotong royong oleh warga setempat dengan membersihkan tempat. Kemudian rencana anggara belanja (RAB) juga telah disiapkan.

“Perlu diketahui bahwa untuk rumah Bapak Sudaryono ini yang akan diperbaiki utamanya adalah atap rumah lantaran sudah sangat mengkhawatirkan. Juga dinding rumah berupa anyaman bambu (gedhek) sudah banyak yang lapuk,”bebernya.

Beberapa tamu dari OPD Pemkot Yogya, Forkompimtren Kemantren Kraton serta tamu undangan lainnya saat menghadiri acara Bedah Rumah di Kampung Suryoputran. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Selain bantuan dari BAZNAS Kota Yogyakarta, Herawati menambahkan, juga ada beberapa dari OPD Pemkot Yogyakarta yang menyampaikan bantuan dana secara langsung, diantaranya dari Setwan DPRD Kota Yogyakarta, RSUD Kota Yogyakarta, Forkompimtren Kemantren Kraton.

“Kami masih berharap bantuan dari OPD-OPD yang lain serta dari elemen masyarakat lainnya untuk pelaksanaan bedah rumah ini,” harap Herawati, satu-satunya wanita yang menjadi Ketua LPMK di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemkot Yogyakarta, Yunianto Dwisutono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta dan semua pihak yang telah mendukung program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni 2025.

“Kami juga menyampaikan pamit Pak Wali Hasto Wardoyo yang sejatinya pada pagi ini mau rawuh (hadir) untuk membersamai acara Bedah Rumah, namun karena ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan beliau menyampaikan pamit dan agar pak Ketua Dewan bisa mewakilinya,” terang Yunianto.

Pada bagian lain, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro mengungkapkan, bahwa kegiatan Bedah Rumah pada tahu 2025 jumlah sudah yang ke-65. Menurut Wisnu, sampai akhir tahun 2025 ini kegiatan Bedah Rumah tinggal tiga kali kegiatan.

“Semoga pada tahun depan 2026, BAZNAS Kota Yogyakarta masih memberikan program Rumah Layak Huni bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Tadi pagi kami juga sudah menghadiri kegiatan serupa di Pakualaman, dari dua kegiatan pagi ini merasa luar biasa melihat kegiatan terkait kondisi rumah warga,” kata Wisnu.

Pihaknya sangat mendukung Bedah Rumah ini karena Kota Yogya sebagai kota pendidikan, kota pelajar, ternyata masih banyak sekali rumah yang tidak layak huni. Tapi dari sekian rumah yang tidak layak huni, Wisnu mengingatkan bahwa ada rumah di Ngadiwinatan, yang anaknya meninggal karena sakit leptospirosis akibat dari kotoran tikus.

Kejadian itu bagi saya sebuah kejadian yang luar biasa, yang seharusnya Kota Yogya tidak boleh ada rumah yang seperti itu. Juga seperti yang di Pakualaman tidak hanya direnovasi tapi dibangun baru. Oleh karena itu, sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Yogyakarta dan semoga tahun depan bersama Pemkot masih menyelenggarakan Bedah Rumah,” pungkasnya. (ted)