bernasnews – Pendaftaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk musim haji 1447 H/2026 M resmi dibuka oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI).
Rekrutmen ini kembali menjadi perhatian publik karena menyediakan sejumlah posisi strategis, salah satunya Pelaksana Bimbingan Ibadah yang bertugas langsung mendampingi jemaah di Arab Saudi.
Proses pendaftaran telah dijadwalkan berlangsung mulai 22 sampai 28 November 2025 dan dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi petugas.haji.go.id.
Bagi masyarakat yang berminat, memahami alur seleksi hingga gambaran gaji menjadi langkah penting sebelum mengajukan pendaftaran.
Tahapan Seleksi Petugas PPIH 2026
Seleksi PPIH tahun 1447 H/2026 M dilakukan dalam dua fase utama. Setiap peserta akan melewati proses penilaian berlapis baik di tingkat daerah maupun provinsi.
1. Seleksi Tingkat Kabupaten/Kota
Tahap pertama berlangsung hingga 5 Desember 2025. Pada fase ini, peserta diseleksi berdasarkan kemampuan dasar, pengalaman, serta kecocokan dengan formasi yang dilamar.
2. Seleksi Tingkat Provinsi
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap pertama akan melanjutkan ke seleksi provinsi yang dijadwalkan pada 8-12 Desember 2025. Pada tahap ini, kemampuan teknis dan kesiapan lapangan diuji secara lebih mendalam.
Dengan tahapan yang cukup ketat tersebut, peserta harus mempersiapkan diri sejak awal, termasuk mengenali tugas formasi yang dilamar serta besaran gaji yang akan diterima bila lolos menjadi petugas haji.
Mengenal Posisi Pelaksana Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi
Dalam struktur PPIH, terdapat dua kelompok utama, yaitu PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi. Posisi Pelaksana Bimbingan Ibadah termasuk dalam tim yang bertugas di Arab Saudi.
Tugas utama formasi ini bukan hanya memberikan bimbingan ibadah, tetapi juga memastikan jemaah memperoleh pendampingan yang tepat selama rangkaian haji, mulai dari tiba di Madinah hingga penyelesaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana Bimbingan Ibadah
Petugas yang menempati posisi ini memiliki tanggung jawab langsung kepada jemaah, antara lain:
- Memberikan bimbingan dan arahan terkait manasik haji.
- Membantu jemaah memahami tata cara ibadah secara benar sesuai ketentuan syariat.
- Mengawal jemaah selama perpindahan lokasi ibadah di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
- Memberikan perlindungan dan dukungan kepada jemaah ketika menghadapi kendala ibadah maupun teknis selama di Arab Saudi.
Peran ini menuntut kesiapan fisik, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mendalam mengenai tata cara ibadah haji.
Berapa Gaji PPIH Pelaksana Bimbingan Ibadah 2026?
Meski pemerintah belum merilis angka resmi untuk gaji petugas haji tahun 2026, perkiraan besaran upahnya dapat diukur berdasarkan tren dua tahun sebelumnya. Nilai gaji PPIH biasanya disesuaikan dengan biaya operasional dan tingkat inflasi di Arab Saudi.
Kisaran Gaji PPIH Tahun Sebelumnya
2024: sekitar Rp1,5-2,5 juta per bulan.
2025: meningkat menjadi Rp2-3 juta per bulan, belum termasuk tunjangan.
Kisaran ini memberikan gambaran bahwa pada 2026 gaji pokok kemungkinan akan naik mengikuti penyesuaian biaya di Arab Saudi. Meskipun gaji bulanannya terlihat tidak terlalu besar, petugas haji menerima sejumlah fasilitas lain yang membuat total pendapatan jauh lebih tinggi.
Komponen Tambahan yang Diterima Petugas Haji
Selain gaji pokok, beberapa fasilitas dan tunjangan diberikan selama masa tugas, di antaranya:
- Akomodasi selama berada di Arab Saudi
- Konsumsi
- Transportasi antar lokasi ibadah
- Uang saku selama penugasan
Dengan berbagai komponen tersebut, total pendapatan petugas haji selama masa tugas sekitar 30-40 hari dapat mencapai Rp70 juta hingga Rp75 juta.
Melihat tren tersebut, nilai untuk tahun 2026 diperkirakan akan sedikit meningkat, terutama karena faktor kenaikan biaya hidup di Arab Saudi.
Apakah Menguntungkan Menjadi PPIH Pelaksana Bimbingan Ibadah?
Selain memperoleh pendapatan yang cukup besar selama masa tugas, menjadi PPIH juga menawarkan pengalaman spiritual dan pengabdian yang tidak ternilai. Petugas berkesempatan mendampingi jemaah dari seluruh Indonesia menjalankan ibadah puncak yang menjadi impian seumur hidup mereka.
Dengan kompetisi seleksi yang cukup ketat, memahami rincian tugas dan kisaran gaji menjadi langkah awal untuk mempersiapkan diri mengikuti rekrutmen tahun 2026.
***












