bernasnews — Kegiatan Terban Mural merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Kegiatan dengan mengusung tema “Harmoni Jogja dalam Cerita dan Warna” dilaksanakan di kawasan Terban Madani, pada tanggal 20-22 November 2025.
Kelurahan Terban, Kota Yogyakarta untuk pertama kalinya menyelenggarakan Terban Mural, sebuah gelaran seni mural berskala nasional yang melibatkan puluhan seniman profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini digelar selama tiga hari yang berlokasi di tebing baru di kawasan pinggir Kali Code, yang baru dibangun tahun ini.
Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihak kelurahan dan warga untuk menciptakan ruang berkegiatan yang positif, terutama bagi anak muda.
“Kita ingin ini bukan sekadar acara kelurahan, tapi terbentuk tim yang nanti bisa mandiri menyelenggarakan event profesional di tingkat wilayah,” ujar Sigit.
Panitia menyediakan 54 titik mural atau frame dengan ukuran bervariasi mulai dari 2 hingga 3,5 meter. Namun, minat peserta membludak hingga mencapai sekitar 70 galeri dari berbagai daerah seperti Jakarta, Cirebon, Batam, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Karena keterbatasan tempat, dilakukan kurasi untuk menentukan peserta yang layak.
Menurut Sigit, lokasi mural yang berada di tepi Kali Code diproyeksikan menjadi galeri alam terbuka, yang nantinya bisa menjadi tempat hangout dan ruang publik baru bagi masyarakat. Kelurahan Terban menargetkan area tersebut akan terus dikembangkan, termasuk menyediakan fasilitas seperti kedai kopi dan jajanan agar UMKM dapat terlibat secara berkelanjutan.
Selain mural, acara ini juga menghadirkan bazar UMKM lokal yang akan berlangsung pada Jumat (21/11) hingga Minggu (23/11). Lurah Terban berharap area mural di tepi Kali Code ini nantinya menjadi galeri alam yang mempercantik kawasan sekaligus mendukung pergerakan UMKM warga Terban.
“Puncak acara serta pengumuman pemenang akan digelar pada hari Minggu (23/11), dan masyarakat umum dipersilakan hadir untuk menikmati proses dan hasil karya para seniman,” pungkas Sigit Kusuma Atmaja. (mar/ Molis dan Sifa, Mahasiswa Magang)












