bernasnews – Penyanyi Religi Opick turut menyemarakkan peringatan Haul (Hari Ulang Tahun) ke-7 Ambar Polah. Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang sosok Ambar Polah. Tetapi juga merayakan nilai-nilai perjuangan dan dedikasi yang ia junjung semasa hidupnya.
Penyanyi religi ternama, Opick, turut menyemarakkan acara tersebut. Dalam event yang bertajuk ‘Nyanyian Rakyat’ itu, Opick membawakan empat lagu yang mendalam, mulai dari ‘Shollu Ala Muhammad’ hingga ‘Ya Maulana’, membuat suasana semakin khidmat.
“Mudah-mudahan kita bersama tidak hanya berkumpul di sini, tetapi juga kelak dipertemukan di Surganya Allah,” tutur Opick di sela-sela penampilannya, disambut antusias oleh keluarga, kerabat, hingga rekanan bisnis Ambar Polah yang hadir.
Ambar Polah: Seniman yang Karya-Karyanya Terus Menginspirasi
Meskipun telah tujuh tahun berpulang, warisan seni dan semangat Ambar Polah tetap hidup. Sosoknya sebagai seniman multi-talenta telah meninggalkan pesan kuat bahwa seni adalah napas rakyat dan sarana ampuh untuk menyuarakan kritik serta harapan bagi publik.
Di mata orang terdekatnya, sosok Ambar Polah adalah sumber inspirasi abadi. Mursupriyani, atau akrab disapa Yani, istri almarhum, mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam.
“Beliau merupakan inspirasi sejati bagi saya. Saya hanya tahu, bahwa beliau patut saya cintai apa adanya. Kamulah inspirasi yang selalu hadir,” ucap Yani, mengenang almarhum.
Jejak Karier dari Kritik Sosial hingga Pengusaha Sukses UMKM
Ambar Polah terkenal luas melalui karya-karya legendarisnya seperti Kusni Kasdud, Kongkalikong, Nyanyian Rakyat, Perubahan, dan Satu Bendera. Lirik-lirik tersebut kerap menjadi suara bagi yang tak mampu bersuara. Tak hanya itu, tetapi juga bentuk kritik sosial yang berani terhadap kebijakan era Orde Baru.
Di luar panggung musik, ketekunan Ambar Polah terbukti di dunia bisnis. Ia sempat merintis karier sebagai pedagang barang antik dan pemandu wisata, sebelum akhirnya sukses besar sebagai pengusaha furnitur dan kerajinan.
Dedikasinya yang tinggi di sektor tersebut membawa ia menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Ketua Asmindo DIY, Ketua DPP Asmindo Indonesia, Ketua AFIC (ASEAN Furniture Industries Council), dan Ketua CAFA (Council of Furniture Industries Associations).
“Semoga karya-karya yang ditinggalkan dapat memotivasi kita untuk berkomitmen membangun ekonomi UMKM, dan ekonomi kreatif,” ujar Robby Kusumaharta, perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, menegaskan relevansi warisan Ambar Polah hingga kini.












