News  

Kesbangpol dan DPRD Kabupaten Sleman Gelar Program PWK Secara Berkelanjutan

oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Sigit Herutomo, SH, M.AP (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui  Badan  Kesatuan Kebangsaan  dan Politik  (Kesbangpol) Kabupaten  Sleman bekerja sama dengan Dewann Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Sleman  melaksanakan  program Pembinaan Wawasan Kebangsaan (PWK) secara berkelanjutan  di 86 desa/ kalurahan wilayah Sleman.

Sampai dengan akhir  bulan Oktober 2025, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di 43 tempat dari 86 kalurahan yang tersebar di 17 kapanewon  se Kabuten Sleman. Diselenggarakan setiap hari dari hari Senin sampai Minggu tidak ada liburnya. Pasalnya hal ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk  menanamkan nilai – nilai  Pancasila  dan semangat  kebangsaan  kepada semua masyarakat dari semua lapisan.

Demikian dikemukakan oleh  Sekretaris  Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Sigit Herutomo, SH, M.AP kepada awak media, bertempat  di Ruang Sekda lama Pemkab Sleman, Selasa (11/11/2025). Sigit mewakili Kepala Badan Kesbangol  Sleman Samsul Bakri, S.Ip, MM menyampaikan , bahwa kegiatan  ini bertujuan  memperkuat  pemahaman masyarakat terhadap  empat Konsensus kebangsaan  yaitu, Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Pembinaan wawasan ini menjadi penting agar Masyarakat di tingkat desa memahami  makna persatuan dan mampu menangkal  berbagai  pengaruh  negative, termasuk radikalisme dan disinformasi yang berkembang di era digital,” jelas Sigit.

Dikatakan, kegiatan  ini dlaksanakan secara bergiiran  di masing – masing kalurahan dengan menghadirkan  nara sumber dari anggota DPRD Kabupaten Sleman, pejabat Kesbangpol, serta tokoh masyrakat  setempat. Dengan materi penguatan  nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, bela negara  dan cinta tanah air. Juga ketahanan sosial dan gotong royong serta tantangan kebangsaan  di era globalisasi dan digitalisasi.

Adapun peserta  kegiatan setiap kalurahan diikuti oleh 25 orang peserta, yang  terdiri dari perangkat kalurahan, tokoh  masyarakat, pemuda, pelajar dan organisasi kemasyarakatan. Masyarakat pun terlihat  antusiasnya  tinggi, hal tersebut bisa dilhat dari sesi tanya jawab dan diskusi soal nilai – nilai  kebangsaan.

“Pembinaan ini akan terus  dilanjutkan hingga ke 86 kalurahan di seluruh Kabupaten  Sleman. Pemerintah juga berencana mengembangkan progam lanjutan yangmelibatkan lembaga pendidikan, organisasi pemuda  dan kelomok masyarakat untuk  memperkuat  karakter  kebangsaan  dan ketahanan sosial  di wilayah pedesaan,” pungkas Sigit. (nun)