bernasnews — Uji Kompetensi Wartawan (UKW) perlu dilaksanakan guna meningkatkan kualitas wartawan dalam menyebarkan berita yang akurat dan berimbang. Hal itu seperti yang dilakukan oleh PWI DIY bekerja sama dengan Lembaga Uji PT. BP. Kedaulatan Rakyat serta dukungan dari Kominfo DIY dan Bank BPD DIY yang berlangsung, di Hotel Loman Yogyakarta, pada Jumat (10/10/2025).
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Komisi Pendidikan Pelatihan dan Perkembangan Profesi Dewan Pres Busyro Muqoddas, Direktur PT BP Kedaulatan Rakyat Octo Lampito, Direktur Bank BPD DIY, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta serta para penguji
UKW yang diselenggarakan mengambil tema “Mewujudkan Wartawan Yang Cerdas, Santun dan Kompeten”. Dari peserta yang mendaftar sebanyak 37 orang akhirnya yang bisa mengikuti berjumlah 6 orang tingkat Muda, 5 orang tingkat Madya dan 3 orang untuk tingkat utama.
Dalam kesempatan itu, Busyro Muqoddas selaku Ketua Komisi Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pres menyampaikan, bahwa pres memiliki peran penting mengawasi kekuasaan.
“Oleh karena itu independensi dan integritas pers harus dijaga karena keberadaan pres itu sebagai pilar ke 4 Demokrasi,” tegasnya.
Selanjutnya sebagai Direktur PT BP Kedaulatan Rakyat Octo Lampito juga menyatakan UKW ini diharapkan bisa melahirkan wartawan yang kompeten di bidangnya sesuai tema yang kita ambil kali ini.
Menurut Octo, dari peserta yang mendaftar sebanyak 37 orang dan akhirnya lolos 14 orang ini ia berharap selain jadi wartawan yang berkompeten juga cerdas dan santun. “Pasalnya hal ini merupakan momentum peningkatan kapasitas wartawan yang mumpuni dan berkualitas,” ujar Octo.
Sementara itu, Tri Hastono dari Diskominfodan Kota Yogyakarta memgungapkan, bahwa pres sangat penting lantaran strategis dan merupakan mitra dari pemerintah dengan menyampaikan informasi ke masyarakat lebih cepat secara luas.
Dikatakan, melalui pemberitaan berbagai informasi tentang pembangunan dan lainnya dari pemerintah kepada masyarakat media lebih cepat, sehingga hubungan baik antara pemerintah dan media harus selalu dijaga atas dasar kemitraan, sehat, transparan dan saling menguatkan.
“Selain itu, pemerintah pun membutuhkan dukungan media dan siap menerima kritik dan saran,” pungkas Tri Hastono. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)












