News  

Kemeriahan HUT Ke-80 RI, Lomba “Kugeruk” dan Mas JOS Mewarnai Kegiatan PKK RT 26 Suryoputran

Sebagian dari anggota PKK RT 26 Suryoputran berfoto bersama di halaman nDalem Probodikaran, Jalan Pesindenan, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews – Tentu nggak kebayang dan bikin tertawa bahagia melihat ibu-ibu kepalanya mengangguk – angguk bagaikan burung perkutut yang sedang bersuara di dalam sangkarnya. Itulah lomba “Kugeruk”, bagian dari lomba yang diselenggarakan oleh Ibu-ibu Kelompok PKK RT 26 Suryoputran.

Agenda pertemuan rutin bulanan yang dikemas untuk memperingati dan merayakan HUT Ke-80 Republik Indonesia ini, diselenggarakan di Halaman dan Pendopo nDalem Prabadikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Jumat sore (15/8/2025).

Ketua PKK RT 26 Suryoputran Dra. Sri Hudani dalam sambutannya mengemukakan, bahwa 80 tahun Indonesia merdeka dan berdiri tegak di bawah bendera Sang Saka Merah Putih. Menurutnya, kaum perempuan wajib mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.

“Juga menumbuhkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta pada tanah air Indonesia, selain untuk dirinya serta putra putrinya di dalam keluarga. Pasalnya seorang ibu mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengobarkan rasa nasionalisme atau cinta tanah air di dalam keluarganya,” kata Sri Hudani.

Selain itu, imbuhnya, jangan sekali-kali melupakan sejarah yang oleh founding father atau pendiri bangsan ini yang sering diucap sebagai “Jas Merah! Jangan Sekali kali melupakan sejarah”. Sebab sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pemahaman tentang dunia dan diri kita sendiri.

“Dengan sejarah membantu kita memahami peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu, sehingga kita dapat belajar dari pengalaman tersebut,” tegas Sri Hudani, yang juga penggiat sosial di lingkungan.

Pertemuan rutin bulanan itu tampak berbeda, seluruh anggota berbusana nuansa merah dan putih. Sebelum mengawali kegiatan rutin berupa arisan serta simpan pinjam, seluruh anggota PKK RT 26 Suryoputran menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari Kemerdekaan, serta mars PKK.

Lomba gulung setagen salah satu rangkaian lomba memakai kain dan fashion tambir oleh Kelompok PKK RT 26 Suryoputan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Usai kegiatan rutin bulanan, dilanjutkan dengan acara aneka lomba yang terbagi dalam dua segmen, dengan macam lomba yang autentik dan benar-benar berbeda dari lomba yang pernah diselenggarakan.  Lomba dipimpin oleh Mbak Ari, ibu muda berputera satu putri.

Pertama untuk kalangan usia di atas 55 tahun, yakni lomba gulung setagen, memakai kain, dan fashion tambir (sunggi tambir). Ketiga item lomba ini merupakan satu paket, pemenangnya adalah siapa yang paling cepat menyelesaikannya dan saat berjalan tambir tidak boleh jatuh.

Lomba segeman ke dua adalah untuk kalangan usia di bawah 55 tahun, berupa sarung balon (memakai sarung dan balon tidak boleh menyentuh tanah), tiup gelas plastik, dan lomba kugeruk yakni mengkaitkan topi dari panci plastik pada canthelan.

Gerakan ibu-ibu saat mengkaitkan itu yang terlihat lucu dan membuat gelak tawa yang hadir maupun warga yang melihatnya lantaran terlihat menyerupai burung perkutut saat berbunyi. Sontak pada ikuti suara burung perkutut kuk geruk, ku geruk dan membuat konsentrasi pesert lomba terganggu sehingga gerak mengangguk-angguk pun jadi tambah lama.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan sosialisasi tepuk tangan Mas JOS dan 5 langkah Mas JOS oleh Ketua Bank Sampah Surya Indah RW 08 Suryoputran Leonarda Pinahayu. Tepuk Mas JOS..prok-prok-prok Mas, prok-prok-prok Jos. Jos-jos-jos…Luar biasa.

“Adapun 5 langkah Mas JOS, 1. Pilah sampah sesuai jenis, 2. Sampah anorganik ke bank sampah, 3. Olah sampah organik, 4. Habiskan makanan, 5. Gunakan wadah berulang,” pungkas Pinahayu.

Acara ditutup dengan penuh suka cita, semua pemenang lomba dan yang telah berpartisipasi ikut lomba dan belum beruntung menjadi juara juga mendapatkan hadiah satu botol mini minyak goreng. (ted)