bernasnews — Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa Konferensi Tahunan ITMF 2025 (ITMF Annual Conference 2025) adalah acara internasional yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, pada tanggal 24-25 Oktober 2025 mendatang.
Konferensi ini merupakan hasil kerja sama antara Federasi Produsen Tekstil Internasional (ITMF) dan Federasi Pakaian Internasional (IAF). Acara dengan tema “Navigating Uncertainty & Adopting Technology – Pathways to Sustainable Strength” atau “Menavigasi Ketidakpastian & Mengadopsi Teknologi – Jalan Menuju Kekuatan Berkelanjutan”, diperkirakan akan dihadiri sekitar 350 peserta dari seluruh dunia.
Konvensi IAF ini akan menjadi wadah bagi para pemimpin industri, merek global, pengecer, produsen, dan pengambil keputusan utama dari sektor pakaian dan tekstil untuk berbagi wawasan tentang inovasi, keberlanjutan, dan strategi kolaboratif dalam industri fesyen. Event tersebut merupakan acara tahunan ke-40 yang diadakan oleh International Apparel Federation (IAF).
Jemmy Kartiwa Sastraatmaja selaku Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPP API) menjelaskan pertimbangan Kota Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah event internasional tersebut.
Menurut Jemmy, antara lain keunggulan Kota Yogyakarta: (1) Kota Batik, Heritage dan Budaya. (2) Industri tekstil dan produk, termasuk UMKM, tumbuh serta berkembang dengan baik. (3) Fasilitas pendukung untuk konferensi tingkat internasional juga memadai, seperti Akomodasi, Transportasi dan fasilitas lainnya.
Dalam forum ITMF Annual Conference 2025 dan IAF Fashion Convention 2025 nantinya akan diundang sejumlah narasumber. Pembicara yang akan hadir dari Indonesia, antara lain Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian RI; Agus Gumiwang Kartasasmita , Menteri Perindustrian RI, dan Mari Elka Pangestu, Dewan Ekonomi Nasional RI.
Adapun pembicara dari mancanegara antara lain K.V Srinivasan, Presiden ITMF; Cem Altan, Presiden IAF, serta Marcelo Duarte dari Brazil.
Berkaitan dengan event internasional tersebut Badan Pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD API DIY) dalam sebulan terakhir melakukan persiapan dan koordinasi dengan pihak terkait. Rapat koordinasi (rakor) dilaksanakan dengan Badan Pengurus Pusat (BPP) API dan Ketua Umum BPP API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja.
“Berbagai aspek strategis dan teknis telah dilakukan koordinasi dengan BPP API,” kata Suyatman Nainggolan selaku Ketua BPD API DIY, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi bernasnews, Senin (4/8/2025)
Menurut Suyatman, rakor juga mencakup persiapan “Royal Dinner” yang direncanakan bertempat di “Pagelaran” Kraton Yogyakarta. “Hal teknis dan detail telah dibicarakan termasuk food test untuk tamu/delegasi dari berbagai negara,” beber Suyatman Nainggolan, dalam rakor panitia daerah, Jumat, 1 Agsutus 2025 lalu.
Penasehat BPD API DIY dan Wakil Ketua Umum KADIN DIY Robby Kusumaharta berharap event internasional ITMF dan IAF tersebut dapat berdampak ekonomi (multiplier effect) bagi perekonomian DIY.
“Event internasional dengan 350 peserta dapat mendorong dan membangkitkan kembali industri MICE dan sektor pariwisata di DIY,” tegas Robby, yang juga pengusaha senior di Jogja.
Sementara itu, Y. Sri Susilo selaku Ketua Bidang Ekonomi BPD API DIY menambahkan, bahwa Penasehat BPD API DIY Robby Kusumaharta juga mengingatkan kepada panitia daerah, Pengurus BPD API DIY, untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event internasional tersebut,
“Dalam rakor panitia derah, Penasehat BPD API DIY telah mengingatkan pada seluruh jajaran pengurus untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk membantu persiapan dan pelaksanaan event internasional tersebut,” ujar Susilo. (*/ ted)












