bernasnews — Sejumlah awak media anggota Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sleman melakukan wawancara khusus bersama Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten (BKAD) Sleman, bertempat di kantor setempat, Jalan Parasamya, Tridadi, Kabupaten Sleman, Selasa, (29/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Kepala BKAD Kabupaten Sleman Abu Bakar ,S.Sos., M.Si, mengemukakan, bahwa saat ini APBD Sleman memasuki tahap perubahan. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu di cermati ulang sesuai evaluasi Gubernur Daerah Istinewa Yogyakarta.
“Sedangkan sesuai Intruksi Presiden RI nomor I tahun 2025 yang mengatur tentang efisiensi anggaran belanja negara, ada beberapa program yang ditunda pelaksanaannnya sesuai intruksi tersebut terkait efisiensi anggaran,” ungkap Abu Bakar.
Dikatakan, beberapa poin yang dirundingkan dengan tim evaluasi provinsi DIY, terkait efisiensi diantaranya, perjalanan dinas, dan pengadaan beberapa kegiatan. Setelah itu kita menunggu tanggal 8 Agustus2025 yang akan datang.
“APBD perubahan sudah bisa ditetapkan dan dilaksanakan, artinya proyeksi ke depan APBD itu secara tidak langsung akan bersinggungan dengan visi-misi Bupati- Wakil Bupati Sleman,” jelas Abu Bakar.
Lebih lanjut, Abu Bakar mengatakan, dengan program prioritas diantaranya, 1.Sarana dan prasarana jalan, baik jalan desa, kabupaten dan jalan povinsi, terkait sarana dan prasarana jalan provinsi selalu berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemda DIY; 2. Lampu penerangan jalan.
“Dan 3. Pengolahan Sampah. Untuk pengolahan sampah kita rencanakanada pengolahan sampah terpadu di wilayah Caturharjo- Sleman,” imbuhnya.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mendukung program prioritas Nasional terkait ketahanan pangan, makan bergisi gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Semua ini disinergikan dengan kekuatan APBD itu sendiri. Sebisa mungkin disiapkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Ada juga beberapa program yang dilaksanakan berkaitan dengan Dinas -Dinas teknis lainnya, dari hulu sampai ke hilir kita sinergikan,” tegas Abu Bakar.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Sleman sudah ada, berlokasi di Purwomartani – Kalasan. Pihaknya juga sudah mengkomunikasikan dengan Dinas terkait yaitu DP3 AP2. Pasalnya nantinya sekolah ini berasrama maka perlu mempersiapkan beberapa hal menyangkut teknis pegelolaan agar bisa berjalan dengan baik.
“Oleh karena anak-anak sekolah diasramakan maka kita harus persiapkan hal-hal yang kemungkinan bisa terjadi semisal adanya bulying di sekolah. Mengingat peserta didik ini masih tergolong remaja,” ujar Abu Bakar.
Selanjutnya terkait program efisiensi anggaran di Kabupaten Sleman, Abu Bakar menyatakan menyambut baik program ini, di mana penggunaan anggaran mulai dari perencanaan dan pengelolaannya.
“Secara teknis contohnya penggunaan kertas di setiap OPD kita kurangi dengan diganti menggunakan E-paper. Kegiatan rapat- rapat juga kita lakukan efisiensi sehingga semua pengelolaan keuangan daerah bisa berjalan optimal,” pungkas Abu Bakar. (nun)












