bernasnews – Dalam rangka berpartisipasi mengikuti program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Universita Negeri Yogyakarta (PKM UNY), berupa “Workshop dan Pelatihan Bregada Kampung Jeron Beteng”, Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Panembahan mengirimkan dua bregada yang ada di wilayah Kelurahan Panembahan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh DRPM UNY bekerja sama dengan Tepat Keprajuritan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, bertempat di Kagungan nDalem Kamandungan Selatan (belakang Siti Hinggil), Komplek Kraton Yogyakarta, Minggu (27/7/2025).
“RKB Panembahan mengirimkan Bregada Puspa Kridotomo dan Bregada Mangunegaran, dengan berbagai kelengkapan seperti tombak, bendera, kenong, drum,suling, pedang dan berbagai uangel uangel lainnya,” kata Hery Asmara selaku Ketua RKB Panembahan, kepada bernasnews, di sela-sela kegiatan.
Lanjut Hery Asmara, masing-masing bregada jumlah pesertanya minimal 25 orang boleh berupa gabungan pria dan wanita. “Workshop ini untuk mengawali penampilan display atau perform yang rencananya akan dilakukan di Lapangan SMP Negeri 16 Yogyakarta, pada tanggal 23 Agustus 2025,” ungkapnya.
Acara ini ini dihadiri oleh tiga Pemateri dari Tepas Keprajuritan Keraton Yogyakarta dan beberapa Tim UNY, diantaranya adalah Prof. Kuswarsantyo, Dosen UNY sekaligus Direktur AKN (Akademi Komunitas Negeri) DIY dan Ketua RKB Panembahan yang menjadi bagian dari Tim UNY.
Dimungkinkan kegiatan ini akan dilakukan rutin tahunan supaya Bregada Njeron Beteng makin bisa bermanfaat dan dibutuhkan oleh berbagai pihak untuk berbagai acara kegiatan, seperti pembukaan ataupun lainnya.
“Bahkan bila ada orang yang kebetulan mantu atau menggelar perhelatan pernikahan, boleh juga hubungi manajemen masing-masing bregada. Pasti acara perhelatan pernikahannya menjadi lebih mewah,” tandas Hery Asmara.
Setelah masing-masing bregada melaksanakan latihan secara rutin dan mandiri maka akan dilakukan penilaian oleh Tim dan Tepas Keprajuritan Kraton Yogyakarta, pada tanggal 3 Agustus 2025. Usai melaksanakan giat display, kemudian para bregada peserta akan berbaris mubeng (memutari) benteng dan pulang menuju rumah melalui jalan yang berbeda. (ted)












