bernasnews – Dalam rangka mendukung kegiatan Kelurahan Panembahan dalam Gelaran Budaya “Selasa Wagen”, yang diselenggarakan pada tanggal, 5 Agustus 2025. Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) Panembahan sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Kelurahan Panembahan untuk ikut mengisi acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY.
“Rencana dalam Gelaran Budaya “Selasa Wagen”, RKB Panembahan akan menampilkan dua tarian, tarian tradisional atau klasik dan tari kreasi baru, serta musik permainan biola,” kata Heryanto, S.Sn selaku Ketua RKB Panembahan, saat rapat menerima Tim Kurator, bertempat di Pendapa Kelurahan Panembahan, Jalan Langenastran Lor, Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Jumat malam (25/7/2025).
Menurut Hery Asmara sapaan akrab Heryanto, tarian klasik yang akan ditampilkan adalah Tari Sekar Pudyastuti yang berasal dari Yogyakarta. Tarian ini merupakan tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh K.R.T. Sasmintadipura, pada tahun 1979.
Tari ini awalnya berfungsi sebagai tari permohonan dan kemudian berkembang menjadi tari penyambutan, terutama untuk menyambut tamu. Tari Sekar Pudyastuti memiliki makna yang mendalam, yaitu ungkapan rasa syukur dan kegembiraan seorang gadis remaja yang sedang bersolek dan beranjak dewasa.
“Gerakannya yang lemah lembut, tenang, dan anggun mencerminkan rasa syukur dan pujian kepada Tuhan,” ungkapnya.
Lanjut Hery Asmara menjelaskan, sedangkan tari kreasi baru yaitu Tari Mayong yang berasal dari Jawa Timur, diciptakan oleh Untung Muljono dari Sanggar Kembang Sore. Tarian ini memiliki ciri khas yaitu kostum penari yang mencolok dan musik ritmik yang mengiringi.
“Tari Mayong ini menggambarkan godaan duniawi yang penuh warna dan gemerlap, dengan penari wanita yang menjadi representasi dari sasaran utama godaan tersebut,” ujarnya.
Dikatakan Hery, Tari Sekar Pudyastuti durasi atau waktu penampilan beriksar tujuh menitan oleh tiga penari yaitu Salsabila Almas, Nur Restu Ayu Aprilani, dan Sintia Nurcahya. Sedangkan Tari Mayong berdurasi sekitar 6,5 menit, jumlah penari ada lima orang, Selma Alivia Kirani, Adzra Lunetta Setiyawan, Zaskiyya Nayla Rasyida, Rahma Nur Halimah, dan Ajeng Anggra Wesi.
“Kami berharap pengampu wilayah, para pengurus kelembagaan kelurahan dan warga Kelurahan Panembahan dapat menyaksikan penampilan adik-adik kita, serta ikut memeriahkan Gelaran Budaya “Selasa Wagen”, di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kota Yogyakarta,” harap Hery Asmara. (ted)












