bernasnews — Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional, TNI bersama Perum BULOG melaksanakan kegiatan penyaluran Bantuan Pangan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten/Kota di DIY, yang dipusatkan di Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara BULOG dan TNI dalam rangka memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui program bantuan pangan serta Gerakan Pangan Murah (GPM).
Penyaluran bantuan pangan yang disalurkan hari ini merupakan alokasi bulan Juni dan Juli 2025, dan masing-masing Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima 10 kilogram beras per alokasi. Dengan demikian, masing-masing PBP akan menerima total 20 kilogram beras.
Pada kesempatan penyaluran hari ini , sesuai jadwal penyaluran untuk wilayah Sleman, disalurkan 244.780 kilogram untuk 12.239 PBP, Wilayah Bantul disalurkan 221.740 kilogram untuk 11.087 PBP, Wilayah Gunungkidul disalurkan 217.560 kilogram untuk 10.878 PBP, Wilayah Kulon Progo disalurkan 116.340 kilogram untuk 5.817 PBP dan Wilayah Kota Yogyakarta disalurkan 127.620 kilogram untuk 6.381 PBP.
Selain penyaluran Bantuan Pangan Beras, kegiatan ini juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terbuka untuk masyarakat umum. Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga di bawah HET, yaitu Rp 11.000,- / kg
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., serta Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Inf Muhidin, S.H., M.I.P. yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi TNI dan BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional serta memastikan distribusi bantuan pangan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta Ninik Setyowati mengemukakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen BULOG dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya menjadi wujud hadirnya negara dalam menjamin akses pangan masyarakat, tapi juga bagian dari strategi stabilisasi harga dan pasokan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi bersama TNI, dalam rangka mendukung swasembada pangan melalui program Gerakan Pangan Murah beras SPHP, serta penyaluran Bantuan Pangan,” kata Ninik, dalam keterangan tertulis yang diterima bernasnews, Jumat (25/7/2025).
Adapun harga beras SPHP dari Perum BULOG ditetapkan sebesar Rp 11.000,-/kg af gudang BULOG, dan dijual ke konsumen dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) wilayah Jawa maksimal Rp 12.500,-/kg, sesuai dengan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 215 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan SPHP.
Pada kegiatan GPM ini konsumen hanya diperbolehkan membeli beras SPHP maksimal dua kemasan ukuran 5 kilogram dan tidak boleh diperjualbelikan kembali.
“Perum BULOG Kanwil Yogyakarta secara aktif bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY, TNI, dan Satgas Pangan untuk memastikan bahwa beras SPHP disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mencegah potensi penyimpangan di lapangan,” pungkas Ninik. (*/ nun)












