News  

Pemkab Gunungkidul Bagikan 144 Pasang Ayam Kampung di Kapanewon Playen untuk Cegah Stunting Anak

Pemkab Gunungkidul bagikan 144 pasang ayam kampung untuk tekan atunting anak. (Dok Pemkab Gunungkidul)

bernasnews – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting di wilayahnya dengan meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Inisiatif tersebut secara resmi dimulai di Kapanewon Playen pada Selasa, 15 Juli 2025, ditandai dengan pembagian 144 pasang ayam kampung kepada warga yang termasuk dalam kategori rawan stunting.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Pemkab Gunungkidul tidak akan membiarkan ancaman stunting merusak generasi masa depan.

“Program GENTING membuktikan bahwa Pemerintah dan masyarakat Kapanewon Playen memiliki kesungguhan dan komitmen besar untuk menurunkan angka stunting. Dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, saya yakin kita akan mampu menurunkan stunting secara signifikan,” ujar Joko Parwoto dikutip dari kabarjawa.com

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan stunting tidak bisa dianggap sepele. Selain berdampak pada fisik anak, kondisi ini juga berpotensi menurunkan tingkat kecerdasan, menghambat perkembangan emosi, dan melemahkan kualitas SDM bangsa dalam jangka panjang.

“Kita harus bersama-sama menjadi orang tua asuh yang peduli. Kita harus memastikan anak-anak kita memperoleh asupan gizi seimbang, perhatian, serta kasih sayang,” imbuhnya.

Pendekatan Komunitas dan Peran Aktif Masyarakat

Program GENTING didesain tidak hanya sebagai kegiatan pemberian bantuan semata. Dengan pendekatan berbasis komunitas, masyarakat didorong untuk menjadi aktor utama dalam perubahan, bukan sekadar penerima.

Pemerintah daerah berharap, semangat gotong royong dan kepedulian kolektif akan melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Dalam pelaksanaan di Playen, para pemimpin daerah terlibat aktif. Mereka mendatangi langsung warga penerima bantuan, menyerahkan ayam kampung jantan dan betina secara simbolis, serta memberi semangat kepada keluarga agar merawat dan memanfaatkan ternak tersebut secara optimal.

Panewu Playen, Agus Sumaryono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menurunkan prevalensi stunting di Gunungkidul, sejalan dengan amanat dari pemerintah pusat.

“Hari ini kami mendistribusikan sebanyak 144 pasang ayam kampung jantan dan betina kepada warga rawan stunting. Kami juga memberikan bantuan jambanisasi kepada satu penerima. Ini baru langkah awal dari GENTING,” terang Agus.

Telur Ayam Kampung, Sumber Gizi Anak

Agus juga menambahkan bahwa pemberian ayam kampung bertujuan agar keluarga memiliki akses langsung terhadap sumber protein hewani berkualitas. Dengan mengonsumsi telur ayam kampung secara rutin, diharapkan tumbuh kembang anak akan lebih optimal dan risiko stunting dapat ditekan.

“Kami mohon dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Tanpa gotong royong, upaya ini tidak akan berhasil,” ujar Agus menutup sambutannya.

Program GENTING menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menciptakan solusi inovatif untuk masalah kesehatan jangka panjang seperti stunting.

Langkah sederhana seperti membagikan ayam kampung pun dapat menjadi awal perubahan besar, asalkan dijalankan dengan komitmen dan keberlanjutan. (Eln)