Kejurda Catur DIY 2025 Resmi Dibuka, Sebagai Uji Mental Awal menuju Porda dan PON

Suasana Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DIY 2025, di sebuah Mall di Kota Yogyakarta. (Nuning Harginingsih)

bernasnews — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur DIY 2025 resmi dibuka dan diselenggarakan di sebuah Mall, Pusat Kota Yogyakarta, Kamis (10/7/2025). Ajang bergengsi ini diikuti oleh 224 peserta  dari 5 kabupaten dan kota se DIY, yang akan berlangsung hingga 13 Juli 2025.

Ketua Pengda Percasi Kota Yogyakarta Inung Nurzani dalam sambutannya mengemukakan, bahwa Yogyakarta menargetkan sukses ganda sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi. “Percasi Kota Yogyakarta memiliki double target: sukses penyelenggaraan dan juara umum,” ujar Inung.

Tak hanya sebagai ajang kompetisi, Kejurda juga menjadi sarana penjaringan atlet catur potensial untuk Kejurnas di Mamuju dan Porda DIY mendatang. Dari total peserta, mayoritas merupakan atlet junior sebanyak 189 orang, sementara senior 23 orang dan kategori veteran diikuti 11 orang.

Sementara itu Wakil Ketua Pengda Catur DIY Iwan Nurhastono menyampaikan dengan penuh semangat, bahwa kegiatan ini sungguh luar biasa. Menurutnya, potensi pecatur junior DIY sangat menggembirakan.

Prestasi DIY di kancah nasional tak bisa dipandang sebelah mata. Pada Kejurnas sebelumnya di Jakarta, DIY berhasil menempati peringkat keempat meski hanya mengirimkan 11 atlet. Jauh lebih sedikit dibandingkan provinsi lain.

“Kita hanya kalah dari Jawa Timur yang mengirim 50 atlet. Itu membuktikan kualitas kita, bahkan, pecatur muda DIY, Shafira Devi Herfesa, sukses menembus Piala Dunia Catur 2025 setelah menjuarai Asia Zone 3.3 Chess Championship,” ungkap Iwan.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Musorda KONI DIY Wesley Tauntu juga menegaskan, bahwa Kejurda ini merupakan uji mental awal menuju Porda dan PON. “Ini jadi ajang penting untuk melihat kesiapan dan mental atlet,” tegasnya.

Wesley juga mengungkapkan bahwa pada Agustus mendatang akan dimulai Puslatda KONI DIY sebagai persiapan menghadapi PON 2025, dengan target menembus peringkat enam nasional.

“Kita pernah berada di peringkat delapan bersama Kaltim di PON Papua. Itu dengan kondisi anggaran dan jumlah atlet yang jauh berbeda,” ujarnya. Kejurda Catur DIY 2025 menjadi bukti bahwa DIY memiliki banyak talenta muda berbakat yang siap bersinar di pentas nasional maupun internasional.

“Harapan kami, ajang ini bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang membanggakan DIY. Semangat sportivitas, komitmen pembinaan, dan antusiasme peserta menjadi modal utama menyongsong masa depan catur DIY yang gemilang,” pungka Inung. (nun)