News  

HANI 2025 “Bright the Cycle” Refleksi dan Aksi Menuju Indonesia Bersinar

bernasnews – Suasana penuh empati dan semangat kebangsaan terasa kuat dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 yang digelar di TMII, Jakarta, Kamis malam (26/6). Mengusung slogan “Bright the Cycle”, acara ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi panggung refleksi, solidaritas, dan komitmen bersama untuk memutus rantai gelap narkotika menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan ini tak hanya dihadiri oleh 1.250 tamu undangan secara langsung, namun juga diikuti serentak secara hybrid oleh 34 provinsi di Indonesia, serta disaksikan oleh perwakilan negara-negara sahabat, menteri, pejabat tinggi negara, kepala daerah, hingga tokoh masyarakat dan adat.

Ketua Panitia, Irjen Pol M. Zainul Mutaqin dalam laporannya menyebutkan bahwa HANI 2025 menjadi momentum memperkuat aksi pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba. “Tema tahun ini menyerukan strategi kolaboratif untuk mewujudkan Indonesia Bersinar—Bersih dari Narkoba—sebagai investasi krusial menuju 2045,” tegasnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. menegaskan,  HANI bukan perayaan, melainkan panggilan nurani. “Kita harus empati. Setiap pecandu bukan hanya statistik, tapi bagian dari keluarga kita. Peringatan ini momentum introspeksi bagi negara, aparat, dan masyarakat,” katanya.

“Dengan data global mencapai 296 juta penyalahguna, dan 3,3 juta pengguna narkoba di Indonesia, ancaman narkoba kini menyasar generasi produktif. Kita harus bertanya, apakah kebijakan kita telah menyelesaikan masalah atau justru memperparahnya?” lanjutnya.

Wali Kota Yogyakarta, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di ruang Bima Balaikota Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program BNN. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan mitigasi melalui skoring risiko remaja terhadap narkoba.

“Generasi sandwich yang menentukan masa depan bangsa justru yang paling rentan. Kalau mereka terjebak adiksi, maka hilanglah produktivitas dan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Dalam wawancara khusus ia mengingatkan bahwa narkoba menarget anak muda, khususnya mahasiswa dan pelajar pendatang di Jogja. “Rokok adalah pintu awal. Lalu alkohol, kemudian narkoba. Dan bahayanya berlipat, mulai dari gangguan mental hingga penularan HIV,” kata dia.

Acara HANI 2025 turut dimeriahkan dengan berbagai aksi nyata yakni Penghargaan kepada tokoh dan lembaga berkontribusi aktif dalam pemberantasan narkoba, Launching E-Learning BNN bidang pencegahan, Peresmian Brilink Layanan Rehabilitasi, dan Deklarasi Nusantara Indonesia Bersinar oleh tokoh adat dan masyarakat.

Tak hanya itu, suasana menjadi khidmat dalam sesi renungan malam, yang bertepatan dengan malam 1 Suro—momen spiritual yang memperdalam makna refleksi nasional.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Andi Fairan, S.I.K., M.S.M, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu, “Mari bersama mewujudkan Indonesia Bersinar menuju Indonesia Emas 2045.”

Dengan semangat “Bright the Cycle,” HANI 2025 menjadi panggilan bagi seluruh bangsa: putuskan rantai narkoba, mulai dari rumah kita, lingkungan kita, dan hati nurani kita. (mar/Ajeng Putri Anggraini C. P., Mahasiswi STMM MMTC Yogyakarta)