bernasnews – Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta kembali menyelenggarakan serial pelatihan perawatan jenazah yang diketuai oleh Anna Prabandari, salah satu tim Komite Keperawatan. Pelatihan diikuti oleh perwakilan perawat dari berbagai bangsal serta petugas pemulasaran jenazah. Acara ini berlangsung selama tiga minggu dan diakhiri pada Selasa (17/6/2025).
Hospital Representative RS Panti Rapih Dr. Jodi Christian Visnu, M.P.H. kepada bernasnews, Senin (23/6) mengatakan, salah satu sesi diisi oleh narasumber Alexander Dadi Rahmadi, perawat senior, yang menyampaikan materi tentang tata kelola pencegahan dan pengendalian infeksi saat merawat jenazah. Menurut Dadi, sangat penting untuk memahami potensi penularan infeksi agar petugas dapat bekerja dengan aman.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan workshop periasan jenazah oleh Ezra Mareta Sari. Ia memperagakan teknik merias yang tepat untuk jenazah, termasuk pemilihan make up yang sesuai kondisi kulit pasca-kematian. “Kulit jenazah lebih kering dan kaku, perlu teknik khusus agar riasan tetap natural dan awet,” jelas Ezra.
Peserta juga diajak untuk saling berlatih merias dengan pendekatan natural. “Kesan teduh dan damai pada wajah jenazah sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan,” tambah Ezra.
Menurut Jodi Visnu, pelatihan ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan akhir kehidupan yang humanis dan profesional dari RS Panti Rapih Yogyakarta. (*/mar)












