bernasnews – Penyusunan kembali buku sejarah Palang Merah Indonesia (PMI) Yogyakarta yang menurut rencana berjudul “Dasa Windu PMI Yogyakarta” dalam proses. Tim buku ini mengadakan rapat koordinasi di ruang Rapat Markas Lantai 2 PMI Kota Yogyakarta, Jalan Tegalgendu No 25 Kotagede Yogyakarta, Kamis (19/6/2025). Pada hari Rabu (25/6/2025), Tim buku mengadakan zoom meeting dengan PMI Pusat yang dilaksanakan di ruang rapat Admin Unit Donor Darah PMI Kota Yogyakarta.
Pertemuan koordinasi pada hari Kamis (19/6) dipimpin oleh Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd., dengan dihadiri Irjen Pol (Purn) Drs. R.M. Haka Astana M.W., S.H.; Kardi, S.H.; Y.B. Margantoro; Edy Harmana (Perwakilan PMI Kabupaten Sleman); Sugeng (Perwakilan PMI Kabupaten Sleman); M. Fajar Taufiq (Perwakilan PMI Kabupaten Bantul); Slamet S. (Perwakilan PMI Kabupaten Kulon Progo); Supriyanto (Perwakilan PMI Kabupaten Gunungkidul); Ichsan Malik, S.Kom.; Daryadi; Ayunda Widosari, S.H.; Boby Viscananto, S.Sos; Yeni Nirmala Sari; dan Iwan Mahrus F.
Dalam pertemuan itu disepakati, konten atau materi buku meliputi sejarah dan dinamika perkembangan PMI di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan rencana judul adalah “Dasa Windu PMI Jogjakarta (atau Yogyakarta)”. Pengucapan Yogyakarta akan dikaji lagi berdasarkan arsip KR memakai nama Daerah Jogjakarta.
Tim Penyusunan Kembali Buku Sejarah PMI Yogyakarta telah berproses sejak 2024, dan akan masih hunting informasi ke berbagai sumber. PMI Bantul telah mengirimkan data yang dimohonkan, tetapi mungkin akan dikaji ulang karena menurut informasi arsip berupa foto, PMI Tjabang Bantul sudah ada sejak 1951, sedangkan di data yang dikirimkan oleh PMI Bantul, baru ada sejak 1978. Mungkin dapat menjadi bahan penulisan lagi. PMI Kabupaten Sleman dan PMI Kabupaten Gunungkidul akan coba menuliskan, sudah ada bahannya. PMI Kabupaten Kulonprogo akan berusaha menemukan data lokasi markas dan ketua PMI dari masa ke masa.
Tim buku siap untuk mensupply data/informasi kepada masing-masing PMI Kabupaten, karena mungkin saja ada arsip-arsip foto yang disimpan di PMI Kota Yogyakarta yang berkaitan dengan masing-masing PMI Kabupaten. Rapat koordinasi dengan PMI Kabupaten terkait penyusunan buku ini kemungkinan akan dilaksanakan beberapa kali ke depannya;
PELAKSANAAN TUGAS KEPALANGMERAHAN
Maksud dan tujuan penulisan kembali buku sejarah PMI “Yogyakarta” adalah melaksanakan tugas Kepalangmerahan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 22 huruf e UU Nomor 1 Tahun 2018 : menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan; Penelusuran kembali jejak Sejarah PMI “Yogyakarta” yang menurut berbagai sumber dirikan sejak 29 September 1945; Menjadi rujukan data/referensi; Sebagai bentuk apresiasi kepada Perhimpunan PMI dan seluruh unsur PMI (Pengurus, Pegawai, Relawan); Agar menjadi sumber informasi untuk pengenalan dan pembelajaran nilai-nilai PMI Kota Yogyakarta kepada generasi saat ini.
Tim buku pada awalnya dibentuk dengan SK Nomor 47/02.05.01/KEP/PK PMI/PEG/VI/2025 Tentang Tim Penyusunan Kembali Buku Sejarah PMI Kota Yogyakarta Dari 29 September 1945 –29 September 2025 (80 Tahun) dan proses penelusuran informasi dan penulisan buku sudah berjalan sejak bulan Mei 2024. Pada saat itu objek penulisan terbatas pada Sejarah dan Perkembangan PMI Kota Yogyakarta.
Kemudian dengan berbagai pertimbangan objek penulisan meluas meliputi Sejarah PMI di seluruh wilayah DIY dengan Penugasan dari PMI DIY berdasarkan Surat Nomor 327/02.05/ORG/V/2025 tanggal 6 Mei 2025 perihal penyusunan buku sejarah PMI Yogyakarta. Oleh karena itu diperlukan partisipasi dari PMI masing-masing Kabupaten, dan Tim telah mengirimkan Surat Nomor :613/02.05.01/UM/V/2025, tanggal 26 Mei 2025 perihal Permohonan Data dan/atau Dokumen Berkaitan dengan Sejarah PMI “Yogyakarta”. Rencana judul buku adalah “DASA WINDU PMI YOGYAKARTA”.
Tim buku dalam pelaksanaan tugas menelusuri dan menemukan sumber-sumber primer berupa buku, artikel, jurnal penelitian, Surat-Surat Keputusan, Maklumat (Maklumat No 6/Tanggal 27 Oktober 1945), dan lain sebagainya.
Dalam rangka penulisan tersebut telah dilaksanakan berbagai kegiatan di antaranya : Pelatihan Jurnalistik oleh Y.B. Margantoro kepada Relawan di Ruang Rapat Markas PMI Kota Yogyakarta, 12 Juli 2024; Lomba Penulisan Esai 79 Tahun PMI diikuti oleh Pegawai dan Relawan PMI Kota Yogyakarta (tanggal 15 Juli – 10 September 2024); dan Tim juga melakukan wawancara dengan beberapa Narasumber baik dari Eks Pegawai, Relawan (termasuk DDS), dan Eks Pengurus.
Tim buku juga melakukan kunjungan ke beberapa instansi dan lokasi dalam rangka penelusuran sejarah yakni : Kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta; Kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY dan DPA Kota Yogyakarta; Kunjungan ke Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpusda) Provinsi Jawa Tengah, di Semarang; Kunjungan ke PT BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta; Kunjungan ke Arsip Puro Pakualaman Yogyakarta.
Selanjutnya, kunjungan ke Monumen Segoroyoso dan rumah yang pada tahun 1946 dipakai sebagai tempat perawatan korban perang oleh PMI (rumah Ny Somo Sedono), Pleret, Bantul, Yogyakarta; Kunjungan ke Dosen/Sejarawan bidang Kesehatan FIB UGM Yogyakarta; Kunjungan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta untuk mengambil dokumentasi makam Pahlawan PMI yang gugur dalam peperangan.
Menurut rencana, buku akan ditulis dalam delapan bab. Kedelapan bab itu adalah : BAB I Sejarah PMI Yogyakarta dengan Sub Bab antara lain PMI Periode Jogjakarta, PMI Periode 1950, PMI Periode 1966, Periode 1980, dan PMI Periode 2000an; BAB II Tugas dan Peran PMI Yogyakarta; BAB III Perjuangan PMI Yogyakarta Membantu Mempertahankan NKRI dengan Sub Bab Menceritakan perkembangan Ngayogyakarta, Para Pahlawan PMI Yogyakarta dan Tentang Tjabang Yogyakarta;
Kemudian BAB IV Perpindahan Maskas dengan Sub Bab : Penulisan tentang markas-markas yang pernah ditempati oleh PMI Jogjakarta; Markas PMI Jogjakarta (Gedung Society, Rumah Sakit Samalo, Jalan Brigjen Katamso yang sekarang menjadi Pusdiklat PMI, dan Ambarketawang, Gamping, Sleman); Markas PMI Kota Yogyakarta (Gedung Society, Jalan Sudirman/Gondolayu, Jalan Ungaran. Jalan Tegalgendu Kotagede Yogyakarta); BAB V Lahirnya Undang-Undang No 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dengan Sub Bab antara lain Peran serta PMI DIY dalam mendorong lahirnya UU Nomor 1/2018;
Selanjutnya BAB VI PMI Masa Lalu dan PMI Masa Kini; BAB VII Liputan Media tentang Peran Serta PMI Yogyakarta (berdasarkan tugas PMI Pasal 22 UU Nomor 1/2018) dengan Sub Bab Masa lalu dan Masa kini; Bab VIII Testimoni Narasumber; Pelaku sejarah; Mitra kerja (Vendor, Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, Panitia Bulan Dana, dan sebagainya); Relawan (DDS, KSR, TSR, PMR); dan Penerima manfaat. (mar/Ayunda Widosari, S.H.. Staf UDD PMI Kota Yogyakarta)












