bernasnews — Suasana Pasar Bantul, Jumat pagi (13/6/2025), mendadak berubah. Bukan karena razia lalu lintas, bukan pula karena operasi zebra. Namun, belasan petugas dari Sidokkes Polres Bantul berdiri rapi, bukan dengan tilang di tangan, melainkan tensimeter, alat cek gula darah, dan obat-obatan.
Polisi hari itu turun ke jalan bukan untuk menindak, tapi untuk merawat. Target mereka bukan pelanggar lalu lintas, melainkan para driver Ojek Online (Ojol) yang sehari-hari berjibaku di panas dan hujan, menyusuri jalanan demi mengantar makanan, barang, serta harapan.
Sidokkes Polres Bantul menggelar Bakti Kesehatan Polri sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Dalam kegiatan itu, para pengemudi ojol dan masyarakat umum mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan Ojol , tapi Bukan SIM dan STNK
Satu per satu pengemudi ojol memarkirkan motornya. Mereka mengantre bukan di loket tilang, melainkan di meja pemeriksaan. Petugas mengecek tensi mereka.
Alat strip meneteskan hasil gula darah. Hasil kolesterol tertera di layar digital. Wajah-wajah yang terbiasa melawan kemacetan kini tampak cemas menghadapi hasil tes kesehatan.
“Kami memberikan apresiasi kepada teman-teman driver Ojol yang telah banyak membantu masyarakat. Pemeriksaan ini sebagai bentuk perhatian Polres Bantul terhadap kesehatan mereka,” ujar Kasidokkes Polres Bantul, Ida Wahyuningsih, S.Kep MM.
Ida menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Tim medis Polres Bantul memeriksa tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol para peserta. Mereka juga membuka layanan konsultasi kesehatan umum dan pemberian obat gratis.
“Ini bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat,” tegas Ida dengan mata berbinar.
Alasan Cek Kesehatan Gratis untuk Ojol di Bantul
Polres Bantul memahami bahwa pengemudi ojol merupakan tulang punggung logistik perkotaan. Mereka mengantar makanan dalam waktu singkat, menjemput penumpang saat semua kendaraan enggan melaju, dan mengantar paket dengan kecepatan yang kadang tak dimiliki jasa kurir besar.
Namun, di balik ketangguhan mereka, banyak yang abai terhadap kesehatan. Kolesterol tinggi, gula darah naik, dan tekanan darah melonjak menjadi masalah laten.
Di sinilah Polri ingin hadir, bukan sebagai penegak hukum semata, tetapi sebagai pelindung dan pelayan masyarakat—termasuk yang bekerja di jalanan.
Secara terpisah, Kasihumas Polres Bantul, I Nengah Jeffry Prana Widnyana, S.Sn, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian acara sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-79.
“Polres Bantul akan menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini bentuk nyata bahwa Polri hadir untuk melayani masyarakat,” ucap Jeffry.
Menurutnya, kegiatan ini bukan pencitraan sesaat. Polri ingin membangun hubungan yang lebih humanis, lebih dekat, dan lebih menyentuh sisi kemanusiaan.
“Kami ingin masyarakat melihat polisi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada masalah,” tegasnya.
Driver ojol, yang biasanya waspada ketika melihat petugas polisi, hari itu merasa lega. Mereka datang membawa rasa takut akan surat-surat kendaraan, tapi pulang dengan hasil cek kolesterol dan sebotol obat penurun asam urat.
“Awalnya saya kira ada razia. Ternyata malah dicek kesehatan. Saya senang sekali, ternyata kolesterol saya tinggi. Jadi saya tahu sekarang,”kata Wawan, seorang driver ojol yang mengaku baru dua tahun bekerja.
Langkah kecil ini membuktikan, bahwa pengabdian Polri tak melulu soal menangkap penjahat atau membubarkan demonstrasi, tetapi juga tentang menjaga detak jantung mereka yang bekerja diam-diam untuk roda ekonomi. (ef linangkung)












