News  

Ratusan Penari Topeng Meriahkan Festival Jeron Beteng #3 di Alkid Jogja

Suasana Festival Jeron Beteng “Masangin” Menari Bersama-sama di Destinasi Ngangeni 2025. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Ratusan penari menggunakan atribut topeng sebagai penutup wajah menggoyang lapangan kagungan nDalem Alun alun Kidul (Alkid), Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Sabtu (12/4/2025).

Meskipun venue sebelumnya sempat diguyur hujan, para penari tetap serempak bersemangat berlenggak lenggok mengikuti irama musik dan panduan dari instruktur penari untuk memeriahkan Festival Jeron Beteng “Masangin” Menari Bersama-sama di Destinasi Ngangeni.

Festival Jeron Beteng tahun ini merupakan kali ketiganya sejak tahun 2023. Sejak tahun pertama hingga saat ini, Festival Jeron Beteng diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakata berkolaborasi dengan tiga Kelurahan yang berada, di dalam wilayah Jeron Beteng, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, yakni Kelurahan Kadipaten, Kelurahan Patehan, dan Kelurahan Panembahan.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta beserta Jajarannya, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Kapolsek Kraton, Danramil Kraton, Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Lurah Panembahan, Lurah Patehan, dan Lurah Kadipaten.

Penampilan tari Tari Mangastuti dari Pokdarwis Panembahan Grumegah. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, S.E, M.M mengatakan bahwa gelaran ini merupakan yang ketiga kalinya juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak. Juga terima kasih kepada anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KORMI DIY).

“Festival Jeron Beteng 2025 tidak hanya di Alun alun Kidul saja, tetapi juga ada Festival Ogoh ogoh dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, yang akan mengarak Ogoh ogoh dari halaman DPRD DIY menuju ke Taman Pintar. Jadi nggak kalah seru dengan yang ada di sini,” kata Wahyu.

Lanjut Wahyu menjelaskan, Kota Yogyakarta masih kosentrasi fokus untuk meningkatkan sektor pariwisatanya agar bisa menjadi engine of look untuk pembangunan dan layanan publik bagi warga masyarakat Kota Yogyakarta. Di bawah pemerintahan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan sangat fokus untuk memajukan sektor pariwisata.

Pasalnya hanya ini (pariwisata) yang bisa membuat perputaran ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Yogyakarta dapat berjalan sangat baik. Libur Lebaran kemarin Kota Yogyakarta kedatangan tamu sekitar 650 ribu orang, padahal waktunya hanya 11 hari kalender.

“Mereka membelanjakan uangnya sekitar Rp 2,1 juta per orang per kunjungan, dengan lama menginap di Kota Yogyakarta sekitar 1,6 hari . Hal ini merupakan yang tertinggi di DIY, di saat kabupaten lain turun Kota Yogyakarta justru naik,” beber Wahyu.

“Oleh karena itu saya mengajak semuanya untuk menjaga kebersihan dan keamanan Kota Yogyakarta bersama-sama agar pengunjung serta wisatawan merasa nyaman, betah untuk tinggal di kota yang cukup kecil ini,” pungkasnya.

Tari Ngambar Arum dari Pokdarwis Patehan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Festival Jeron Beteng “Masangin” 2025 ini, sebelumnya diawali dengan kegiatan workshop layang-layang yang diikuti sejumlah 100 peserta anak-anak, kegiatan berupa merangkai layang-layang tradisional dengan motif topeng.

Kemudian pentas kesenian yang menampilkan Tari Mangastuti dan Tari Cemeti Ayu dari Pokdarwis Panembahan Gumregah, Tari Tangkasing Ajurit dan Tari Mbatik dari Pokdarwis Kadipaten, serta Tari Ngambar Arum dan Tari Modern dari Pokdarwis Patehan. Juga penampilan musik band dari grup Star Syndrom dan grup Nol KM.

Selain itu, pengunjung pun dapat menikmati dan berbelanja di 18 tenant yang disediakan oleh panitia yang terdiri dari potensi-potensi UMKM wilayah serta berbagai macam jajanan di sekitar Alun-Alun Selatan yang dikelola oleh Paparasi, Paguyuban Pelaku Pariwisata Alun alun Kidul.(ted)