bernasnews — Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan bagi keluarga semakin bertumbuh di warga masyarakat. Beberapa kegiatan terkait kesehatan baik sosialisasi, pemeriksaan dan pemberian vaksin semakin banyak warga yang berdatangan hadir.
Hal itu kemukakan oleh Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, S.H., M.I.P dalam kegiatan Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Putaran I oleh Puskesmas Kraton, bertempat di Pendapa Mandiraloka, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Sabtu pagi (27/7/2024).
“Target peserta PIN Polio untuk wilayah Kelurahan Panembahan berkisar 169 anak, itu sudah termasuk yang dilaksanakan di sekolah SD Panembahan. Jadi terhitung tidak berdasar kewilayahan secara umum,” terang RM. Murti Buntoro, kepada bernasnews, di sela-sela kegiatan.
Pihaknya berharap, dengan adanya PIN Polio ini akan menambah respek dari warga yang mempunyai anak balita karena sasarannya memang kepada anak-anak usia balita (bawah lima tahun). “Bersyukur di wilayah kami belum ada kasus anak yang terkena polio, isnya Allah ke depannya bisa tetap seteril terhadap polio,” ucap RM. Murti Buntoro.
“Kegiatan serupa tidak hanya sebatas vaksin Polio khusus kesehatan anak, kami selaku pengampu wilayah berharap ada kelanjutannya oleh OPD terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Pasalnya anak-anak ini merupakan modal SDM untuk generasi menuju Indonesia Emas 2045 mendatang,” imbuhnya.
Menurut sumber, Polio merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, dapat menyebabkan kelumpuhan/ kecacatan seumur hidup hingga kematian. Polio menular melalui makanan yang terkontaminasi tinja dengan virus Polio. Polio hanya dapat dicegah dengan imunisasi, diberikan pada usia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari.
Suasana pelaksanaan PIN Polio Tahap I di Pendapa Mandiraloka, terlihat layaknya seperti pesta anak-anak, petugas kesehatan dari Puskesmas Kraton dan Kelurahan Panembahan mengenakan atribut hiasan lucu yang biasa dikenakan oleh anak sehingga membuat peserta imunisasi nyaman.
Venue pun dibikin seperti tempat bermain berhiaskaan balon berwarna-warni dan dikumandangkan lagu anak-anak yang meriah sehingga menambah semaraknya suasana, anak-anak peserta PIN Polio pun jadi merasa santai dan membuatnya tidak takut. Sungguh sebuah kreatifitas yang perlu diapreasi untuk dijadikan model pelayanan. (ted)












